Saya jarang sekali membeli pulsa dalam nominal besar, biasanya saya hanya membeli yang 10ribuan. Cukup untuk 1 pekan dan sebagian besar saya habiskan untuk kangen-kangenan dengan istri saya. hehehehe
Kecuali kemarin pas menjelang kelahiran Nisa, saya pinjem dulu pulsa 50+25 ribu dari rekan saya (Yanto) yang mengelola bisnis pulsa di Sragen.
Beberapa hari yang lalu, saat jam istirahat kantor, saya membeli
voucher isi ulang di counter HP bernama Paris Phone. Tidak jauh dari
kantor, dan saya sudah beberapa kali membeli di sana.
Saya (S) : “Mbak, pulsa Fren 10ribu”
Penjual (P): “Iya Pak, ini.”
Dia memberikan voucher kepada saya dan saya berikan pecahan 100ribu, karena memang hanya itu yang ada di dompet.
P: “Uang yang kecil tidak ada Pak? Saya tidak punya kembalian tuh?”
S: “Ya ditukerin ke warung sebelah dong mbak!”
P: “Bapak tukerin dulu aja Pak”
S: “Berarti kalo gitu ga jadi aja mbak!!!”
P: “Iya Pak, ga apa-apa”
Wtf?.. Wah saya sudah mulai sebel dengan penjual yang kayak gini. Pas saat itu, saya lihat di etalase ada pecahan 100 ribu yang ditulisi.. “Ini Palsu”. Wah.. apa gara-gara ini ya?
Ya sudah, saya langsung ambil duit saya lagi, terus saat menuju ke motor, saya bilang ke penjual:
S: “Kalau saya beli 2, ada kembaliannya?”
P: “Sebentar.. Oh ada Pak”
Hehehehe.. berarti bukan karena uang saya dong.. Langsung saya balik lagi dan bilang ke penjualnya:
S: “Apa saya harus beli 2 supaya dapat kembalian? Saya kan cuma butuh satu. Bukan dua.”
P: “Kalau 1, kembaliannya receh gapapa Pak?”
S: “Ya gapapa. Nah.. ada kan?”
P: “Ini Pak pulsanya, ini kembaliannya”
Ya saya terima kembaliannya 93 ribu rupiah dalam format 50ribu, 20 ribu, 10 ribu dan seribuan 13 lembar..
Ya saya terima kembaliannya 87 ribu rupiah dalam format 50ribu, 20 ribu, 5 ribu, dan seribuan 12 lembar..
Thanks Yanto atas koreksinya
Hehehehe…
Saya tidak suka dengan penjual yang meminta pembelinya untuk menukarkan uang dulu baru bisa membeli barang yang mereka jual. Bukan urusan saya kalau mereka tidak punya kembalian. Uang kembalian adalah hal yang umum dalam transaksi jual-beli langsung. Mungkin pembeli yang lain memilih untuk menukarkan uang terlebih dulu, baru membeli. Tetapi tidak bagi saya. Mending cari toko lain..
Saya juga pernah menemui penjual yang dengan senang hati menukarkan uang untuk memberikan kembalian kepada saya, apalagi kalau itu warung makan..
.. pasti sama pembelinya dibela-belain nyari kembalian. Mosok ga jadi beli.. lha sudah dimakan atau dimasak..
Bagaimana sikap Anda jika menghadapi keadaan seperti ini? Cari kembalian atau cari toko lain?