Kenapa Saya Memilih Puncak Solo Residence?

Beberapa waktu yang lalu ada beberapa rekan yang menanyakan tentang rumah yang saya ambil (secara kredit tentu saja) di Puncak Solo Residence, umumnya menanyakan tentang harga, air (karena di Mojosongo terkenal airnya sulit), tipe, dan lingkungan. Saya hanya memberikan informasi yang mendasar tentang alasan saya, sedang untuk masalah administrasi dan sebagainya langsung saya arahkan ke marketingnya saja. FYI, rumah yang saya kredit melalui BTN bertipe 30 dengan luas tanah (standar) 60. Tetapi saya memiliki kelebihan tanah 9 m2 dengan harga Rp 400.000/m2.

Berikut alasan saya kenapa memilih rumah di Puncak Solo:

Uang Muka Ringan (hanya 4.2 jt)
Uang muka ini hanya 10% dari total harga cash rumah. Umumnya perumahan di Solo, uang muka 20% dari harga cash rumah.

Angsuran Per Bulan
Saya mengambil kredit jangka waktu 10 tahun dengan bunga kredit 11% untuk 2 tahun pertama, dan 12% dan 14% untuk tahun ketiga dan keempat. Selanjutnya mengikuti bunga kredit yang berlaku di pasar. (Semoga turun ya).

Dekat Dengan Kampus UNS
Untuk mencapai rumah saya, hanya dibutuhkan waktu kurang dari 10 menit dengan sepeda motor, jika melalui jalan Surya Utama. Istri saya mengajar di pusat bahasa UNS, sehingga lebih dekat dan jalannya tidak terlalu padat. Selain itu juga bisa mengenang masa-masa pacaran dengan makan di warung-warung langganan kami. :D
Perumahan Terletak di Area Baru
Puncak Solo Residence, terletak di selatan SMA 8 Surakarta, dan semula adalah tanah kosong yang sangat luas. Sehingga tidak terletak di tengah-tengah pemukiman yang sudah ada. Lingkungan baru, tetangga baru. Jauh dari polusi udara dan suara.

Akses ke Jalan Besar
Kurang dari 5 menit sudah bisa mencapai Ring Road Utara Solo.

Rencana Perluasan/Pengembangan Solo Kota Vokasi
Rencana pengembangan Solo Kota Vokasi ke arah Pedaringan dan Mojosongo membuat aksesibilitas ke sarana pendidikan dan sarana umum lain bakalan lebih luas, dan tentu saja, nilai investasi di daerah itu bakalan meningkat.

10-15 menit untuk sampai ke rumah sakit
Rumah sakit terdekat dari Puncak Solo adalah: RS. Dr. Oen, dan RS. Dr. Moewardi.

Air
Sudah dikenal bahwa daerah Mojosongo sulit air. Tetapi developer sudah membangun sumur artetis kedalaman 90 meter berkapasitas 30.000 liter. Airnya berkapur (ini yang saya tidak suka), tapi lancar (sampai sekarang). Semoga jika pengelolaan air diserahkan ke PDAM tetap seperti sekarang ini. Air ini hanya akan saya gunakan untuk mandi dan mencuci, kecuali ada solusi untuk mengurangi atau meniadakan kadar kapur dalam air. Untuk minum dan masak, nanti beli air dari tukang air keliling.

Yang saya tidak suka adalah:

Sampai sekarang listrik belum terpasang
Kata developer nunggu meteran dari PLN. Sudah 6 bulan lebih padahal. Tiang dan kabel utama jaringan sudah kepasang. Saya dikasih bonus tiang listrik gedhe di batas rumah saya dengan tetangga sebelah :D

Developer yang lambat menangani komplain
Garansi 100 hari sejak serah terima kunci. Saya sampai sekarang belum serah terima kunci (tapi dapat pinjeman dari marketingnya), karena belum bisa menempati. Sambil melihat perkembangan fisik rumah. Kalau ada masalah tinggal komplain dan free of charge.

Nah buat rekan-rekan yang mau ambil rumah di Puncak Solo, silahkan dipertimbangkan ya.

Yang punya solusi cara mengurangi kadar kapur dalam air, bagi dong..

Mmm.. can’t wait to move..

Ditulis dalam Daily.

12 Tanggapan ke “Kenapa Saya Memilih Puncak Solo Residence?”

  1. Adi Berkata:

    Pertama-tama Saya Ucapkan Salam kenal dari Saya pada bapak Arief Fajar Nursyamsu.Saya Juga adalah Warga Puncak Solo Residence.yang tipe rumahnya seperti tipe rumah Bpk.Cuman Ngomong-ngomong,saya koq belum mengenal Bapak.Sebab Di Perum Puncak Solo sudah ada Paguyuban warga Puncak Solo yang bertujuan sebagai wadah/sarana pertemuan seluruh warga guna membahas masalah2x yg terjadi di Perumahan Puncak Solo.Yang diadakan Setiap awal bulan diRmh warga secara bergantian. Rasanya Koq saya belum pernah bertemu dengan Bpk.Kita tunggu lho pak,eksistensi Bapak di dalam Pertemuan warga.Paguyuban saat ini masih dalam misi memperjuangkan ke Developer bagi warga yang belum mendapat Aliran Listrik.Juga untuk Fasilitas Umum di Lingkungan Kita.misal : Pos Ronda,Tempat Ibadah dll. Sebab saat ini warga melakukan ronda selalu didepan rumah saya.dengan fasilitas hanya 2 bangku dari bambu (lincak).Mungkin itu saja sedikit dari saya.Kita tunggu lho kehadiran Bapak dalam pertemuan Paguyuban Warga.

    Salam Kenal,

  2. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    Salam kenal juga Pak Adi.

    Saya di Blok H. Pak Adi di blok berapa?
    Wah ternyata sudah banyak kegiatan ya. Saya sudah hampir 3 minggu nggak nengokin rumah. Rumah memang belum saya tempati karena masalah listrik. Plus, saya barusan punya momongan. Jadinya ya saya menunda dulu untuk pindah ke Puncak Solo. Sementara masih ngikut mertua di Petoran. Sebenarnya kemarin ada offer untuk ngganthol (resmi dan tidak resmi). Cuma masih saya pertimbangkan lagi, worth apa tidak.

    Saya pernah mendengar informasi mengenai paguyuban ini dari Pak Budi di G.6. Pingin sih sesekali hadir, cuma ya bingung aja, kapan dan dimana waktu kumpulnya. Kalo Pak Adi ada informasi, mohon saya diberitahu ya Pak.

    Jawaban ini juga saya kirimkan ke email Bapak.

    Thanks

  3. vanda Berkata:

    Sebelumnya saya ucapkan salam kenal pada Bapak Arief,
    saya juga warga dari Puncak Solo Residence, rumah saya berada di Blok H1, rumah paling pinggir, dekat sungai. Suami saya bernama Setyawan Ary, anak saya perempuan, calista namanya, sekarang sudah berumur 1 tahun 6 bulan. Saya baca artikel Bapak mengenai “Kenapa saya memilih Puncak Solo Residence”, saya senang sekali, akhirnya ada salah satu warga Puncak Solo yang bisa mengungkapkan alasan-alasan secara tepat. Terus terang saja, ada beberapa alasan yang dipaparkan oleh Bapak yang sesuai dengan alasan kenapa saya memilih Puncak Solo, diantaranya yaitu uang muka ringan, point yang sangat menarik perhatian masyarakat.
    Sekarang saya sudah menempati Puncak Solo selama kurang lebih 6 bulan, selama ini saya merasakan banyak kerugian yang didapat, dari pada keuntungan.
    Tapi saya masih bersyukur, sejak saya menerima kunci rumah, listrik sudah terpasang. Disisi lain, kerugian yang saya alami yaitu rumah yang saya tempati retak sepanjang 3 milimeter.
    Saya harap Bapak dan keluarga juga dapat cepat bergabung dengan warga Puncak Solo Residence, warga di sini baik-baik, dan rasa kekeluargaan masih melekat, jadi saya merasa Happy dapat berada di tengah-tengah warga Puncak Solo Residence. Itu mungkin menjadi salah satu keuntungan yang kami dapatkan.
    Mungkin segitu saja perkenalan dari saya, salam untuk istri dan si cantik Nisa

  4. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    Hallo Bu Vanda..
    Salam kenal balik dari saya dan keluarga. Salam juga buat suami dan Calista.
    Wah wah, ternyata Calista itu anak kecil yang dulu pernah lari sambil ngeret-ngeret mouse ya? Saya tahu rumah Ibu, yang sekarang dilubangi sampingnya itu kan? :D
    Btw, tahu blog saya ini dari mana Bu?

    Ya itulah Bu alasan kami memilih Puncak Solo, lepas dari molornya pembangunan jaringan listrik. Tetapi saya pikir, mungkin memang belum waktunya atau saya disuruh lebih bersabar.

    Memang banyak yang komplain mengenai bangunan. Rumah yang saya pilih juga menunjukkan tanda-tanda retak, untungnya kemarin pas nambah bangunan belakang bisa sekalian disangga. Jadi nggak nambah panjang. Komplain ke developer hasilnya juga sama saja kok. Malah kadang bikin kesal. Musti berkali-kali ngomongnya. :D

    Sampai saat ini saya belum serah terima kunci, sekalian menunggu jaringan listriknya. Saya juga sedang mengupayakan memperoleh aliran listrik dari tower air, cuma masih menghitung worth atau tidak. Sepertinya bebannya dibatasi hanya pada lampu dan televisi saja. Lah seterika pake apa? Masak kembali ke jaman “Sepur Lempung”, pake arang.

    Ingin sih segera pindah ke Puncak Solo, cuma ya itu tadi, masih menghitung-hitung waktu yang tepat, sambil melihat apakah Nisa bisa diajak pindah. Kapan-kapan kalau ke Puncak Solo kami usahakan bisa mampir.

    Nanti saya sampaikan salam Ibu. Salam buat juga buat suami dan Calista.

    Terima kasih

  5. IT, Translation, Pregnancy & Parenting Kami Pindah Rumah « Berkata:

    [...] setelah menungu lebih dari setahun, akhirnya bisa juga saya sekeluarga menempati rumah kami di Puncak Solo Residence - Mojosongo - Solo. Walaupun listrik masih “ngganthol” (tapi legal lho) karena ruwetnya [...]

  6. Mengapa Memilih Puncak Solo Residence « Puncak Solo Watch Berkata:

    [...] Puncak Solo ResidencedanUncategorized Berikut kutipan dari blog seorang warga. Uang Muka Ringan (hanya 4.2 jt)Uang muka ini hanya 10% dari total harga cash rumah. Umumnya [...]

  7. david Berkata:

    saya mau bel rumah di puncak solo
    di blok f
    tapi koko pengalaman yang aya di blok ini mengurngi niat saya ya?

    saya 1 lihat karena letaknya jauh dari keramin
    kebetulan aya masih sendiri dan ingin cari tempt peristirahatan

    semoga saudara2 yang sudah menempati bisa memberi saya nasehat
    rencana tagal 15 september baru jadi

    terimakasih sebelumnya

  8. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    Pak David Yth,

    Silahkan kalau Bapak memutuskan untuk membeli rumah di Puncak Solo Residence, kita kan bisa jadi tetanggaan. Makin lama makin ramai kok Pak, apalagi kalau listrik sudah menyala. Pekan kemarin, rumah-rumah di tahap pertama (yang sudah menunggu lebih dari setahun) sudah mendapatkan meteran listrik dan sudah menyala.

    Yang perlu bapak tanyakan ke pihak marketing atau developer adalah kepastian dan kejelasan tentang hak-hak bapak sebagai konsumen. Kapan memperoleh meter listrik, garansi, dan sebagainya. Itu perlu Pak. Jangan sampai bapak sudah memenuhi kewajiban bapak, tapi ketika minta hak, malah diminta ikut ngurusi.

    Kalau yang bapak maksud jauh dari keramaian kota, ya namanya saja puncak Pak :D ..
    Tetapi melihat pembangunan kota Solo ke arah utara, sepertinya Puncak Solo akan menjadi investasi yang meyakinkan kok. Coba lihat daerah perumahan Mojosongo. Sudah ada rumah sakit, banyak rumah makan dan minimarket. Mungkin Puncak Solo akan seperti itu nantinya.

    Silahkan dipikirkan dan diputuskan Pak. Masih lajang kan? Bisa jadi daya tarik lho :D

  9. Pipit Berkata:

    Saya mau menanyakan,apakah yg dmaksud Puncak residen solo itU adalah perumahan di busukan mojosongo dimana nama bpk dEveloper yg membangun adalah pak kasman? Trimksh atas infrmsinya

  10. Wulan Berkata:

    saya mau bertanya, mengenai Puncak Solo residence.
    1. jika, mau membeli rumah dikawasan Puncak solo, sebaiknya lewat KPR bangking, developer?lebih untung yg mana?
    2. utk rmh yg sdh dibeli apa sdh siap pakai?listrik & PAM
    3. Lokasi yg dibangun apa benar2 sdh aman utk tanah longsor?
    trima kasih utk info nya

  11. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    @ Pipit
    Wah, saya tidak tahu daerah Busukan. Tetapi jika Anda tahu perumahan Tiara Ardi, maka Puncak Solo berada di sebelah utaranya. Atau jika dari ringroad, berada di sebelah selatan SMA 8 Solo.

  12. Pertanyaan Seputar Puncak Solo Residence « IT, Translation, Pregnancy & Parenting Berkata:

    [...] Comments Arief Fajar Nursyams… di Kenapa Saya Memilih Puncak Sol… Arief Fajar Nursyams… di Periksa Di Bidan Atau Dokter S… laila di Ingin [...]

Tinggalkan Balasan