Sekitar sepekan setelah pulang dari PKU, saya menemui adanya bercak putih di bibir, gusi, dan lidahnya. Dugaan saya dan istri, ini karena sisa ASI yang bersarang di mulutnya. Kata mertua sih juga karena sisa susu. Plus si Nisa minumnya juga kuat dan tidak rewel, jadi kami berpikir memang benar ini sisa susu. Tetapi karena sepupunya Nisa juga pernah mengalami hal ini dan ternyata terkena sariawan, wah jadi was-was juga. Kalo sariawan, kan sakit kalo buat minum ASI, plus tidak ada merah-merah di bibir, gusi maupun lidahnya. Jadi kami pikir sih tidak ada apa-apa.
Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengusapnya menggunakan kapas. Sebagian hilang sebagian tidak. Tetapi kadang juga hilang semua tanpa dibersihkan, terus muncul lagi. Tidak puas dengan hasil ini, ya akhirnya cari-cari di Google, dan ketemu penyebabnya, yaitu sisa ASI dan Jamur Candida akibat sisa ASI yang tidak dibersihkan.
Dari milis anakku, saya peroleh informasi bahwa jamur ini bisa dihilangkan dengan obat tetes bernama “Mycostatin”. Sebenarnya di rumah sudah ada waktu dipakai untuk ngobati sepupu Nisa, tapi saya memutuskan untuk ke apotik dan menanyakan apakah ini aman untuk bayi di bawah satu bulan. Eh, ternyata di apotik dekat kantor stocknya sudah habis, malah ditawari obat lain, tidak saya beli. Ya sudah, sepulang kantor, saya mampir ke apotik Bunda, yang jadi satu komplek dengan tempat praktek dokter Sulis (SpOG yang menangani istri saya). Nah, waktu saya tanyakan kepada penjualnya, langsung ditanyai: “Bayinya umur berapa bulan Pak?”. Langsung saya jawab kalau kurang dari 1 bulan. Petugasnya langsung menyuruh saya membawa Nisa ke DSA (Dokter Spesialis Anak) dulu. Ya sudah, saya pulang saja dan tidak jadi membeli.
Hari Kamis (10/03/2007), kami bertiga (heheheh sekarang sudah bertiga, saya, istri dan Nisa).. ke PKU untuk memeriksakan Nisa berkaitan dengan bercak putih tersebut dan lendir putih yang keluar dari kemaluannya, plus beberapa pertanyaan lain yang sudah saya tulis di buku catatan. Menunggu agak lama, dan sembari menunggu, Nisa ditimbang dan beratnya sudah 3,5 kg, atau naik 0,7 kg sejak kelahirannya. Mmm… dalam 3 minggu Nisa sudah tambah gemuk. Lihat fotonya di sini.. Gemuk kan?
Pak Dokter datang. Namanya dr. Subagyo, SpA, dosen di FK UNS juga, seperti dokter Sulis, SpOG dan dokter Tonang. Dua pekan sebelumnya saya sudah ketemu beliau saat mengimunisasikan Nisa. Saya sampaikan ke beliau beberapa hal mengenai Nisa, dan bilang bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan semua pertanyaan yang saya tulis di buku catatan saya dijawab semua oleh beliau.
Berikut pertanyaan dan jawabannya:
Apakah bercak putih di bibir, gusi dan lidah itu adalah jamur?
Dicoba dulu dibersihkan (cara membersihkan lihat di bagian akhir posting ini), kalau tidak bisa berarti itu jamur. Tapi kalau muncul kemudian hilang, itu karena sisa ASI. Kalau jamur akan menyebabkan bayi mencret dan sariawan yang menyebabkan bayi malas minum. Tapi kalau minumnya tidak terganggu berarti tidak ada masalah. Cukup dibersihkan saja.
Bagaimana jika nanti tidak hilang jika telah dibersihkan?
Jika tidak bisa dihilangkan dan terus menerus ada, bisa dikasih obat. Tetapi diusahakan dulu dengan dibersihkan secara telaten.
(Dokter Subagyo memberi saya resep dan berpesan: “Ini saya beri resep, tetapi jangan dibelikan ya Pak? Ditelateni aja dulu.) He he he.. obatnya Mycostatin. Terima kasih dokter. Terima kasih buat mas yang di apotik Bunda.
Apakah lendir putih di kemaluan itu? Bisakah dibersihkan? Kalau bisa dengan apa?
Lendir putih ini wajar muncul untuk bayi perempuan. Cukup dibersihkan dengan kapas steril saja. Nanti lama kelamaan hilang kok.
Kalau habis minum terus bobok, nafasnya kok kayak orang pilek, kenapa dan apakah aman?
Tidak apa-apa. Nanti hilang sendiri seiring pertumbuhannya. Ini karena ada ASI yang masuk ke rongga pernafasan.
Itu daftar pertanyaan saya, dan jawaban dari dokter.
Cara membersihkan bercak putih di bibir, gusi dan lidah adalah:
Gunakan kapas yang direndam dengan air panas, biar steril. Bukan air mineral, misal Aqua. Tetapi air masak. Setelah dingin, baru digunakan untuk mengusap bercak putih tersebut.
Nah, ada cara lain yang bisa digunakan yaitu dengan membilas mulut bayi setelah minum ASI. Pernah dicoba sekali, tetapi Nisa sepertinya tidak suka. Jadi ya akhirnya ditelateni dengan membersihkannya.
Alhamdulillah, ternyata bercak tersebut karena bekas ASI, hilang dan muncul. Nisa juga tetap kuat minumnya.
Maklum, kami belajar dari nol untuk ngurus anak. Doakan ya semoga diberi kemudahan. Amin.
Pelajaran yang saya petik dari sini:
Pendapat orang lain boleh didengarkan dan diikuti, tetapi kalau kurang yakin, tanyakan kepada ahlinya
Semoga posting ini berguna buat Anda.
Referensi lain yang bisa Anda baca:
http://www.anakku.net/index.php?option=com_content&task=view&id=74&Itemid=99
(harus mendaftar lebih dulu)