Bercak Putih di Bibir, Gusi, dan Lidah Bayi
Maret 10, 2007 — Arief Fajar NursyamsuSekitar sepekan setelah pulang dari PKU, saya menemui adanya bercak putih di bibir, gusi, dan lidahnya. Dugaan saya dan istri, ini karena sisa ASI yang bersarang di mulutnya. Kata mertua sih juga karena sisa susu. Plus si Nisa minumnya juga kuat dan tidak rewel, jadi kami berpikir memang benar ini sisa susu. Tetapi karena sepupunya Nisa juga pernah mengalami hal ini dan ternyata terkena sariawan, wah jadi was-was juga. Kalo sariawan, kan sakit kalo buat minum ASI, plus tidak ada merah-merah di bibir, gusi maupun lidahnya. Jadi kami pikir sih tidak ada apa-apa.
Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengusapnya menggunakan kapas. Sebagian hilang sebagian tidak. Tetapi kadang juga hilang semua tanpa dibersihkan, terus muncul lagi. Tidak puas dengan hasil ini, ya akhirnya cari-cari di Google, dan ketemu penyebabnya, yaitu sisa ASI dan Jamur Candida akibat sisa ASI yang tidak dibersihkan.
Dari milis anakku, saya peroleh informasi bahwa jamur ini bisa dihilangkan dengan obat tetes bernama “Mycostatin”. Sebenarnya di rumah sudah ada waktu dipakai untuk ngobati sepupu Nisa, tapi saya memutuskan untuk ke apotik dan menanyakan apakah ini aman untuk bayi di bawah satu bulan. Eh, ternyata di apotik dekat kantor stocknya sudah habis, malah ditawari obat lain, tidak saya beli. Ya sudah, sepulang kantor, saya mampir ke apotik Bunda, yang jadi satu komplek dengan tempat praktek dokter Sulis (SpOG yang menangani istri saya). Nah, waktu saya tanyakan kepada penjualnya, langsung ditanyai: “Bayinya umur berapa bulan Pak?”. Langsung saya jawab kalau kurang dari 1 bulan. Petugasnya langsung menyuruh saya membawa Nisa ke DSA (Dokter Spesialis Anak) dulu. Ya sudah, saya pulang saja dan tidak jadi membeli.
Hari Kamis (10/03/2007), kami bertiga (heheheh sekarang sudah bertiga, saya, istri dan Nisa).. ke PKU untuk memeriksakan Nisa berkaitan dengan bercak putih tersebut dan lendir putih yang keluar dari kemaluannya, plus beberapa pertanyaan lain yang sudah saya tulis di buku catatan. Menunggu agak lama, dan sembari menunggu, Nisa ditimbang dan beratnya sudah 3,5 kg, atau naik 0,7 kg sejak kelahirannya. Mmm… dalam 3 minggu Nisa sudah tambah gemuk. Lihat fotonya di sini.. Gemuk kan?
Pak Dokter datang. Namanya dr. Subagyo, SpA, dosen di FK UNS juga, seperti dokter Sulis, SpOG dan dokter Tonang. Dua pekan sebelumnya saya sudah ketemu beliau saat mengimunisasikan Nisa. Saya sampaikan ke beliau beberapa hal mengenai Nisa, dan bilang bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan semua pertanyaan yang saya tulis di buku catatan saya dijawab semua oleh beliau.
Berikut pertanyaan dan jawabannya:
Apakah bercak putih di bibir, gusi dan lidah itu adalah jamur?
Dicoba dulu dibersihkan (cara membersihkan lihat di bagian akhir posting ini), kalau tidak bisa berarti itu jamur. Tapi kalau muncul kemudian hilang, itu karena sisa ASI. Kalau jamur akan menyebabkan bayi mencret dan sariawan yang menyebabkan bayi malas minum. Tapi kalau minumnya tidak terganggu berarti tidak ada masalah. Cukup dibersihkan saja.
Bagaimana jika nanti tidak hilang jika telah dibersihkan?
Jika tidak bisa dihilangkan dan terus menerus ada, bisa dikasih obat. Tetapi diusahakan dulu dengan dibersihkan secara telaten.(Dokter Subagyo memberi saya resep dan berpesan: “Ini saya beri resep, tetapi jangan dibelikan ya Pak? Ditelateni aja dulu.) He he he.. obatnya Mycostatin. Terima kasih dokter. Terima kasih buat mas yang di apotik Bunda.
Apakah lendir putih di kemaluan itu? Bisakah dibersihkan? Kalau bisa dengan apa?
Lendir putih ini wajar muncul untuk bayi perempuan. Cukup dibersihkan dengan kapas steril saja. Nanti lama kelamaan hilang kok.
Kalau habis minum terus bobok, nafasnya kok kayak orang pilek, kenapa dan apakah aman?
Tidak apa-apa. Nanti hilang sendiri seiring pertumbuhannya. Ini karena ada ASI yang masuk ke rongga pernafasan.
Itu daftar pertanyaan saya, dan jawaban dari dokter.
Cara membersihkan bercak putih di bibir, gusi dan lidah adalah:
Gunakan kapas yang direndam dengan air panas, biar steril. Bukan air mineral, misal Aqua. Tetapi air masak. Setelah dingin, baru digunakan untuk mengusap bercak putih tersebut.
Nah, ada cara lain yang bisa digunakan yaitu dengan membilas mulut bayi setelah minum ASI. Pernah dicoba sekali, tetapi Nisa sepertinya tidak suka. Jadi ya akhirnya ditelateni dengan membersihkannya.
Alhamdulillah, ternyata bercak tersebut karena bekas ASI, hilang dan muncul. Nisa juga tetap kuat minumnya.
Maklum, kami belajar dari nol untuk ngurus anak. Doakan ya semoga diberi kemudahan. Amin.
Pelajaran yang saya petik dari sini:
Pendapat orang lain boleh didengarkan dan diikuti, tetapi kalau kurang yakin, tanyakan kepada ahlinya![]()
Semoga posting ini berguna buat Anda.
Referensi lain yang bisa Anda baca:
http://www.anakku.net/index.php?option=com_content&task=view&id=74&Itemid=99
(harus mendaftar lebih dulu)















Maret 13, 2007 pukul 12:24 pm
yak … makasih mas, referensinya udah ditulis dicatetan kecil [waks lupa kau kalo belon punya]
Maret 13, 2007 pukul 1:13 pm
Sama-sama mas. Saya senang informasinya bisa berguna.
Saya biasa membawa catatan kecil yang saya sebut sebagai “buku pinter” kalo kerja, belanja atau ke dokter. Sangat membantu.
Thanks for visiting. I added you to my blogroll just now.
Maret 13, 2007 pukul 11:14 pm
akhirnya lahir jg…, selamat yah…, mah…, jaga aku ya…., mmuach!!
Maret 14, 2007 pukul 8:36 am
Huehuehuekhuek..
Telat-telat..
Thanks..
Eh, skripsimu dikerjakan dulu.. baru online..
September 21, 2007 pukul 1:19 pm
anakku sekarang juga mengalami hal yang sama .. sudah 1 minggu ditelateni tapi tetap ada dan dilidah bagian belakang agak lebih tebal bercak putihnya. Rencananya malam ini akan konsultasi ke dokter karena Nadya agak rewel kalau minum susu.
September 25, 2007 pukul 8:23 am
saya tanya nih,…anak saya umur 7 bulan, kenapa ya kok susah banget minum susu ??? terutama susu formula
September 25, 2007 pukul 8:37 am
@ Bu Hera
Semoga segera membaik ya Bu. Bagaimana hasil konsultasinya?
September 25, 2007 pukul 8:47 am
@ Pak Wishnu
Kalau minum ASI bagaimana Pak? Kalau minum ASI-nya lancar, mungkin tidak suka dengan rasa susu formula. Lagian ASI kan lebih baik Pak daripada susu formula. Menurut saya sih kalau memang bisa diberi ASI saja, ya ASI saja Pak. Tetapi kalau mungkin mamanya harus bekerja, bisa diperahkan ASI Pak, simpan di lemari es.
Saya beberapa waktu lalu membaca artikel di sebuah tabloid, bahwa memang kadang butuh rasa lapar supaya bayi mau minum atau makan. Mungkin tidak mau minum karena sudah kenyang atau tidak lapar, atau pingin minum ASI saja.
Nisa juga begitu. Kalau tidak mau minum ya tidak mau. Kalaupun tidak rewel, tapi mau minum ya mau.
Begitu Pak. Semoga membantu.
Terima kasih sudah berkunjung.
Desember 6, 2007 pukul 4:14 am
[...] pregnancy and being a parent Bercak Putih di Bibir, Gusi, dan Lidah Bayi Sekitar sepekan setelah pulang dari PKU, saya menemui adanya bercak putih di bibir, gusi, dan [...]