Kebutuhan Bayi dan Ibu Setelah Melahirkan

Posting ini saya tulis sebagai jawaban atas pertanyaan dari Ibu Sheny.

Setelah memperoleh kepastian jenis kelamin bayi (walaupun ada yang mengalami hasil USG dan saat lahir jenis kelamin bayi beda), mungkin sudah saatnya mulai belanja kebutuhan si calon buah hati. Tetapi di adat Jawa, katanya kalau belum “mitoni” (tujuh bulanan) tidak boleh beli barang-barang buat bayi. Pamali.  Benar tidak ya? Saya sendiri kurang tahu.

Jenis kelamin bayi pasti akan berpengaruh dengan barang yang akan dibeli. Kalau saya dan istri, karena sudah ketahuan kalau yang lahir adalah cewek, maka yang dibeli semuanya “girly”. Mulai dari warna (pink, biru muda, hijau muda) dan model. :D . Tetapi banyak kok pakaian atau peralatan bayi yang bisa digunakan untuk bayi cowok ataupun cewek. Jadi jangan khawatir salah beli. Kalaupun tidak jadi dipakai, kan bisa dibungkus untuk dijadikan kado.

Nah, belinya secukupnya saja, jangan banyak-banyak. Alasan pertama: bayi bakalan cepet gedhe kalau sudah diluar kandungan. Nisa baru 2 bulan, popok, gurita dan bedongnya sudah cupet. Sejak usia 1.5 bulan sudah dipakaikan kaos dalam dan celana, tidak lagi memakai gurita dan popok. Alasan kedua: siapa tahu nanti ada yang memberikan kado berupa kebutuhan bayi :D . Kalau tidak ada yang memberi kado ya baru beli.. hehehehe..

Apa saja sih kebutuhannya?

Bayi

  1. Popok
    Karena bakalan lebih mudah melepasnya kalau kena pipis atau eek. Apalagi kalau usia bayi masih dalam orde hari dan si Ibu masih grogi pegang bayi. Hindari bermotif warna kuning, biar nanti tidak membingungkan kalau kena eek :D
    Belinya juga dilihat kebutuhan. Kami membeli 2 lusin popok, karena sedang musim hujan. Takut tidak kering.
  2. Gurita
    Untuk menjaga agar tali pusar yang belum puput/lepas tidak tergesek-gesek oleh baju. Ada juga yang mengatakan untuk membuat bayi hangat serta menjaga tulang punggungnya yang masih rawan.
  3. Bedong/Gedong
    Untuk membungkus bayi agar hangat. Pastikan memilih ukuran yang besar. Hati-hati saat bayi dibedong, jangan terlalu ketat dan waspadai kegerahan.
  4. Baju & celana, baik lengan pendek maupun panjang.
  5. Sarung tangan & kaki serta tutup kepala.
  6. Perlak
    Alas dari plastik atau karet agar pipis bayi tidak tembus ke kasur.
  7. Alas tidur
  8. Handuk besar
    Buat mengeringkan bayi setelah mandi. Ukuran besar bertujuan agar Anda cukup meletakkan bayi di atas handuk, kemudian bagian yang tersisa buat menyelimutinya.
  9. Peralatan mandi: Sabun cair, shampoo
    Gunakan sabun cair, karena sabun batangan bakalan membuat Anda lebih repot. Lebih bagus yang ada pompanya, jadi tidak perlu menuang plus aman dari tumpah.
  10. Wash lap
    Untuk menggosok kulit bayi setelah disabun, dan menotol-notol pantat atau alat kelamin kalau basah karena pipis dengan dibahasi terlebih dulu.
  11. Kapas
    Bisa digunakan untuk mengganti wash lap. Lebih lembut. Biasa digunakan untuk mengusap bagian wajah kalau pas mandi, dan mengusap kemaluan atau lubang dubur setiap habis eek. Kalau cuma kena pipis, cukup ditotol-totol saja agar kulit bayi tidak merah karena digosok-gosok.
  12. Kosmetik bayi: Bedak, minyak telon, parfum, cotton bud.
  13. Tissue kering/basah
    Selain handuk atau wash lap, tissue kering bisa digunakan untuk mengeringkan daerah kemaluan yang basah. Tissue basah sangat berguna kalau lagi travelling.
  14. Ember atau tempat baju/popok kotor
    Kami memisahkan antara tempat baju/popok yang kotor/kena pipis dengan popok yang kena eek. Ada juga tempat untuk memisahkan jarik kotor yang kena pipis. Kami mempunyai ember warna biru untuk kena pipis, merah untuk kena eek, dan pink untuk jarik.
  15. Botol susu & pembersihnya
    Jika berencana memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan, botol hanya sebagai jaga-jaga kalau Anda sedang tidak bersama bayi dan untuk melatih bayi minum ASI dari botol. Jangan lupa disterilkan sebelum dipakai.
  16. Hanger
    Untuk menjemur popok/celana/baju. Kami memilih bentuk baling-baling karena lebih ringkas dan mudah diambil kalau mendadak hujan.

Ibu

  1. Gurita untuk Ibu
    Berguna untuk mengencangkan perut pasca melahirkan. Untuk kelahiran dengan sesar, bisa digunakan untuk melindungi jahitan dari gesekan dengan baju.
  2. Baju longgar dengan bukaan di depan
    Agar proses laktasi berlangsung aman dan terkendali, tidak terganggu dengan kegerahan, baju longgar dengan bukaan depan memudahkan Anda menyusui bayi.
  3. Jarik
    Biasanya Ibu yang baru melahirkan menggunakan jarik agar mudah saat mandi dan urusan kamar mandi lainnya. Tidak perlu menekuk-nekuk kaki untuk memakai rok atau celana.
  4. Pembalut
    Pastikan berdaya tampung besar dan rajin diganti. Ada kok pembalut khusus untuk Ibu pasca melahirkan.
  5. Pakaian dalam
    Kalau ASI lancar, bra bakalan sering cepet basah dan musti ganti, atau bisa juga dilapisi dengan sapu tangan atau tissue, tapi ribet. Celana dalam juga mungkin harus sering ganti, terutama jika terkena darah nifas.

Apa lagi ya? Wah sepertinya sudah banyak ya. Mungkin pembaca yang lain bisa menambahkan.

Selamat untuk Ibu Sheny, semoga informasi ini berguna untuk Ibu dan pembaca semua.

14 Tanggapan ke “Kebutuhan Bayi dan Ibu Setelah Melahirkan”

  1. peyek Berkata:

    boleh copy paste nggak buwat istri he….he…he….

  2. edratna Berkata:

    Wahh…hebat nih mas Arief…bisa untuk pegangan teman lainnya (Andjar dan nyonya)

  3. muslimah Berkata:

    Bagus neh blognya…salam kenal dech.

  4. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    @ Peyek
    Silahkan Pak. Semoga bermanfaat ya?..

    @ Bu Ratna
    Learning by doing kok Bu. Iya nih, sudah ada tanda-tanda dari Nyonya Andjar.. :D

    @ Muslimah
    Terimakasih. Salam kenal juga..

  5. mitot Berkata:

    menurut gue kalo lihat judulnya “kebutuhan bayi dan ibu setelah melahirkan” yang paling utama adalah,…. seorang ayah yang “siaga” :)

  6. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    @ mitot
    Ah benar juga Pak.

    Ayah dan suami yang siaga 24/7 :D

  7. ndarualqaz Berkata:

    kalo saya butuh istri pak, baru ntar istri saya ngelahirin trus butuh macem2 yang mebuat saya butuh obat pusing. hehehehe

  8. hafiz Berkata:

    *ngakak* sama deh dengan komen di atasku :D

  9. Jauhari Berkata:

    Jan akeh tenan butuhe :D

  10. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    @ Ndarualqaz
    Di UNS banyak kan calon istri? Tapi jangan sampai gara-gara takut pusing jadi ga mau punya istri.

    @ Hafiz :D .. sama deh dengan yang di atas.. :P

    @ Jauhari
    Yang penting kan bagaimana menyiasati memenuhi kebutuhan dan penentuan skala prioritas.. bener ga?

  11. Tenny Berkata:

    Hati2 kalau beli perlengkapan bayi, saya ngga tau harga dan saya beli di toko “Kasih Ibu” di mangga dua ITC, awal2nya harga barang yg ditanya dimurahin dan pas kita beli yg lain2 dimahalin (bisa 2 kali lipat), ini anak pertama saya. Ini pelajaran untuk yg lain, saya ditipu hampir Rp.800,000. Rada licik caranya, hati2 kaum ibu2. Baby box aja mau dijual harga 1.8 juta dan untung saya ngga jadi beli, abis pulang saya check cuman 1.1 juta. Toko ini rada licik caranya. Saya tidak mau ibu2 lain kena tipu seperti saya, pastiin beli barang dari beda2 toko, percuma beli dari satu toko, discount tetep sedikit.

  12. zaenal Berkata:

    mas minta ijin copy paste dan mau saya publish di blog punyaku kayaknya artikelnya bagus banget
    terima kasih sebelumnya n salam kenal

    zaenal

  13. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    @ Zaenal,

    Silahkan mas, tapi seperti biasa: Cantumkan dan link balik ke sumbernya ya :D

  14. ina Berkata:

    thanks infonya berguna banget….

Tinggalkan Balasan