Listrik Sudah Menyala
Agustus 31, 2007 — Arief Fajar NursyamsuAlhamdulillah, setelah menunggu lebih dari setahun, akhirnya hari ini meteran listrik sudah dipasang dan kami sekeluarga bisa menikmati listrik langsung dari aliran PLN.
Sebelumnya, kami menyambung listrik dari tower air, yang sering mati apalagi kalau siang atau sore hari. Gratis memang, tetapi tidak nyaman karena selalu kuatir kalau tiba-tiba mati saat malam hari. Kasihan Nisa. Apalagi banyak warga yang juga menyambung dari tower air.
Kami tinggal di Puncak Solo Residence, dimana isu utama di sana adalah masalah listrik yang tidak kunjung beres. Selain saya, masih banyak warga yang harus menunggu (rata-rata setahun) untuk memperoleh listrik dari PLN. Janji developer juga tidak pernah tepat. Selalu dengan rumus: Bulan Berjalan + 1
Saling lempar antara developer, BTL dan PLN sudah biasa, tetapi begini flownya:
Untuk membangun instalasi listrik (PLN tidak lagi bisa membangun jaringan, harus berupa hibah dari developer) Biro Teknik Listrik (BTL) harus memperoleh dana dari developer. Developer memperoleh dana dari BTN selaku bank pemberi kredit. Namun BTN akan mengucurkan dana setelah jaringan selesai dibangun. BTL mendaftarkan ke PLN jika dana dari developer sudah ada, atau dengan kata lain developer harus menalangi dulu pembangunan jaringan. Kabar burung di lapangan mengatakan bahwa pembayaran dari developer ke BTL memang agak tersendat (bahasa jawanya: icrit-icrit).
Nah dari flow tersebut (lepas dari kabar burung atau bukan) penanggung jawabnya tetap developer, karena urusan developer dengan BTL bukan urusan konsumen. Konsumen hanya berurusan dengan developer dan BTN (membayar kredit).
Herannya, rumah yang baru dibangun dua bulan kemarin, malah sudah ada meteran listriknya :O .. yang bangsat bermasalah siapa sih? Plus, hasil cek PLN menunjukkan bahwa kabel instalasi listrik oleh BTL tidak sesuai standar PLN.
Ah sudahlah. Listrik sudah menyala. Saatnya berhemat listrik lagi
Puji syukur kepadamu ya Alloh..
Terima kasih PLN.














