To Gestway: You Are a Father Now..

Congratulation to Gestway (Joko Santoso) for his first child..

Gestway Junior huh?

Believe me, you are a father now.

My Alloh bless you and your family. We hope that your son will decorate your life and make your day more colourful. Amin

Me and my wife are very happy for both of you.. ups.. three of you..

Happy Parenting..

Note:
Joko Santoso AKA Gestway is my work friend. I knew him as a college friend when we both studied at Physics Department Sebelas Maret University. We worked and learned IT together at Network Operation Center Sebelas Maret University and he graduated a year before me. Beside his daily work, he also manage a web hosting company named Sadewo.

Ditulis dalam Daily, Work. 6 Comments »

6 Tanggapan to “To Gestway: You Are a Father Now..”

  1. peha Says:

    Barokalloh Buat Gestway (Mas Joko) dah da generasi penerusnya semoga menjadi anak yang sholeh.
    Semoga Gestway Junior menjadi Semangat baru bagi Gestway (Semangat bekerja, Semangat Hidup tentunya)😀

  2. Joko Santoso / Gestway Says:

    Alhamdulillah tgl 1 Agustus 2006 telah lahir anak kami yang pertama dengan lancar. Dia kami beri nama Hamdan Syakuro. Dengan harapan agar dia kelak menjadi orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Amiin. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasi pada temen-temen yang selalu mendoakan kami.Dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau ada kekhilafan.

  3. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    Saya sudah liat bayinya..
    Joko banget gitu loh..

    Ga sabar..

  4. Feri Adriyanto Says:

    Congratulation !!!
    I would apologize to Rief due to I use this corner. I also feel happy that Gestway was proved as a father with succesfully.
    Subhanallah…barakallah !

    regards
    Feri Adriyanto

    ps. Rief…I’m very happy when visit to your blogg
    I’m impressed with your story. It is beautiful story.

    For Gestway, as cited from KafeMuslimah (http://www.kafemuslimah.com/):

    Kelahiran buah hati menorehkan satu kebahagiaan tersendiri bagi ibu dan keluarga. Dialah pelita hati orang tua dan orang-orang yang mencintainya. Saat sang bayi lahir, setelah dibersihkan perawat atau bidan, sang ayah menggendongnya dengan penuh kasih dan rasa syukur yang dalam, lantas melafadzkan adzan dengan merdunya di telinga kanan buah hatinya serta iqamah disebelah kirinya.

    Sebagaimana sabda Rasulullah: dari Husain bin Ali (Cucu Beliau SAW), Rasulullah SAW telah bersabda: “barang siapa anaknya lahir, maka telinganya yang kanan diazani dan telinganya yang kiri di iqamahi, niscaya selamatlah anak itu dari jin dan penyakit.?” (Ibnu Sunni)

    Berikan Nama yang Baik

    Apalah artinya sebuah nama?, itulah ungkapan bagi sebagian orang. Padahal nama adalah pancaran dari pemiliknya, nama adalah rangkaian doa dan harapan orang tua agar anaknya kelak tumbuh dan berkembang sesuai doa dan harapan tersebut.
    Tak mudah memilih nama yang baik, bahkan menetapkan sebuah nama pun melalui proses, baik itu pencantumannya di akta kelahiran bahkan ada yang menggunakan acara syukuran.
    Dari Isnad Jayyid, Abu Daud meriwayatkan dari Abi Darda ra, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya kamu dipanggil pada hari kiamat dengan nama-namamu dan nama-nama bapak-bapakmu, maka baikanlah nama-namamu.?”

    Aqiqah
    Aisyah berkata: “Rasulullah SAW telah menyuruh kita supaya menyembelih aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk perempuan seekor kambing.?” (HR. Tirmidzi dan Majah)

    Satu rentetan rasa syukur atas kelahiran buah hati, orang tua atau orang yang wajib menanggung nafkah si anak disunnahkan melaksanakan aqiqah. Aqiqah yaitu menyembelih hewan pada hari ketujuh dari lahirnya anak, baik laki-laki maupun perempuan. Hanya saja jumlah hewan ternak yang disembelih berbeda.
    Sebagaimana yang diungkapkan dalam hadits di atas, bagi anak laki-laki 2 ekor kambing dan anak perempuan 1 ekor saja. Tetapi kalau belum mampu, diperbolehkan beberapa hari setelah hari itu, asal anak belum baligh(dewasa). Karena aqiqah adalah haknya sang anak.
    Ada ulama yang berpendapat bahwa jika anak meninggal dunia sewaktu kecilnya, maka ia tidak akan memberi syafaat kepada ibu bapaknya apabila keduanya tidak melaksanakan aqiqahnya.

    Anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai disembelihkan baginya aqiqah pada hari ketujuh dari hari lahirnya, dan dihari itu juga hendaknya dicukur rambut kepalanya dan diberi nama.? (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

  5. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    Dear Mr. Feri,

    How are you? I hope you always fine? When will you back to Indonesia? Good luck for you sir.
    Thanks for visiting my blog. Feel free to back again and commenting..😀
    Your comment above is also useful for me because my wife is being pregnant now and Insya Alloh will deliver in the beginning of next year.
    Wish us luck sir..

    Thanks..

  6. Muhammad Hamdan Syaquro Says:

    namaku adalah “Muhammad Hamdan Syaquro”,. yg memberi nama bukan orang tua melainkan orang asing yg berjubah putih yg sgt bercahaya yg telah memberikan aku nama yg indah melalui mimpi bapak aku sendri”!
    yg di mimpikan pada saat hari jum’at….’!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: