Pre Test English For Academic Purposes (EAP) di Universitas Sebelas Maret (UNS)

Sejak hari Jumat 25 Agustus 2006 hingga Senin 26 Agustus 2006 Rabu 30 Agustus 2006, Languange Center Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pre test EAP (English For Academic Purposes) bagi mahasiswa baru UNS angkatan 2006. Pre test EAP ini digunakan sebagai parameter kemampuan bahasa Inggris mahasiswa yang erat kaitannya dengan kemampuan memahami buku teks berbahasa Inggris. Skor minimal kelulusannya adalah 2.0, sehingga mereka yang tidak lulus pre test ini harus mengikuti kursus EAP selama kurang lebih 3 bulan dan setelahnya akan dilakukan post test. Kalau tidak lulus, mahasiswa bisa mengikuti semester pendek EAP. Kelulusan EAP juga sebagai salah satu syarat mahasiswa untuk mendapatkan ijazah kelulusan dari UNS.

Seringkali saya bertemu dengan rekan atau mahasiswa yang “menolak” menerima referensi berbahasa Inggris. Mereka sering bilang kalau dengan referensi berbahasa Inggris membuat repot, harus mikir dua kali, mikir bahasa Inggrisnya dan mencerna referensinya. Bikin susah. Padahal, kebanyakan buku referensi di perpustakaan pun kebanyakan juga berbahasa Inggris, apalagi untuk ilmu-ilmu eksak dan jurusan bahasa Inggris😀

Kalau demikian apa lantas tidak belajar? Tidak bisa memahami buku teks berbahasa Inggris bukan berarti sebagai hambatan dalam belajar, tapi justru dijadikan tantangan dan sekaligus kesempatan. Kalau tadi rekan saya bilang “musti mikir dua kali”, saya akan bilang “untung dua kali”, dapat bahasa Inggrisnya, dapat juga ilmunya. Toh kata yang digunakan paling juga itu-itu saja, kalaupun ada kata-kata baru juga tinggal buka kamus. Sebagai mahasiswa baru, masih banyak waktu untuk belajar bahasa Inggris atau bahkan bahasa asing lainnya. Dalam dunia kerja, mau tidak mau bahasa Inggris dibutuhkan, walaupun di lowongan pekerjaan ada tulisan “minimal pasif”. Menjadi “pasif” atau “aktif” dalam berbahasa Inggris perlu latihan.

Kembali ke masalah EAP, istri saya juga mengajar EAP (bagi mahasiswa yang tidak lulus pre test atau post test) di LC UNS. Suka dukanya adalah masalah tingkat keseriusan mahasiswa di dalam kelas dan jumlah kelulusan. Ada yang serius dan tingkat keingintahuannya tinggi, ada yang sebaliknya. Metode yang dia pakai untuk memotivasi mahasiswa adalah dengan memberikan majalah secara gratis atau memberikan poin yang digunakan untuk mendukung penilaian akhir. Sedang untuk mahasiswa yang seenaknya, resiko ditanggung sendiri, karena lulus EAP merupakan kebutuhan mereka. LC sendiri sudah memberikan sanksi kepada mahasiswa yang jumlah kehadirannya kurang dari 75%, yaitu tidak diperbolehkan mengikuti post test atau sama saja dengan mengulang lagi kursus EAP.

Kadang ada gurauan mengenai EAP ini. Kalau ada mahasiswa yang “kemlinthi”, pertanyaan yang timbul adalah: “Dia lulus EAP ga yah?”..

Selamat menempuh pre test EAP buat mahasiswa baru tahun 2006. Semoga lulus ya.

Ditulis dalam Daily, UNS. 6 Comments »

6 Tanggapan to “Pre Test English For Academic Purposes (EAP) di Universitas Sebelas Maret (UNS)”

  1. Warta Sebelas Maret - Mendukung Universitas Sebelas Maret menuju Universitas Unggulan » Program Wajib TOEFL dan English for Academic Purposes Says:

    […] Kampus, Liputan kegiatan. Ikuti komentarnya melalui RSS 2.0 feed. Silakan tulis komentar, atau lacak-balik dari situs Anda sendiri. Kembali ke Teras. Tuliskomentar […]

  2. Tonang Says:

    Terima kasih, maaf terlambat merespon ya. Saya sudah masukkan di situs Warta Sebelas Maret. Mangga disimak, dikoreksi kalau ada yang kurang. Saya berusaha kontak ke UPTP2B tetapi belum ketemu yang berwenang menjelaskan.

    Salam UNS!

  3. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    Ada ralat Pak.

    Pre Test EAP sampai dengan Rabu 30 Agustus 2006.
    Di tulisan saya di atas juga sudah saya ralat. Semoga yang di Warta UNS juga bisa diralat yah.

    Salam UNS!

  4. Tonang Says:

    Terima kasih, langsung saya koreksi. Saya usahakan menambah informasi dengan kontak ke Langugage Center nanti. Terima kasih.

  5. priandoyo Says:

    “Metode yang dia pakai untuk memotivasi mahasiswa adalah dengan memberikan majalah secara gratis atau memberikan poin yang digunakan untuk mendukung penilaian akhir”, wah istrinya baik banget mas🙂 sampe bagi-bagi majalah gratis, kalu saya pasti langsung termotivasi tuh.

  6. zielx Says:

    wah memang yang namanya ngajar EAP itu susah kok, apalagi kalo mahasiswanya yang sama sekali gak ngerti apa gunanya belajar EAP atau kalao orang bilang sih english for spesific purposes. saya juga ngajar ini sih, tapi karena kekurangan referensi, maklum di kota yang bahkan gak ada gramedianya, akhirnya ngajarnya juga asal-asalan. asal masuk kelas dan ngasih materi walau gak ada nyambungnya sama sekali dengan apa yang seharusnya mereka pelajari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: