Mual, Muntah Dan Pusing Lagi

Istri saya kemarin seharian sampai malam merasakan pusing, mual dan kadang-kadang muntah. Walaupun sudah memasuki trimester kedua kehalimannya, masih aja berasa mual, pusing dan muntah. Apalagi kalo mencium bau nasi yang barusan keluar dari rice cooker/warmer. Pasti deh mual dan muntah, trus disusul pusing-pusing, dan bisa seharian kalo dah kayak gini.

Kemarin begitu saya pulang dari kerja, istri saya sudah tiduran sambil megangi kepalanya yang senut-senut. Saya pijitin aja kepalanya, supaya dia merasa nyaman. Disuruh makan tidak mau, karena tidak lapar, minum anget juga tidak mau, karena takut ntar balik lagi. Waduh, bagaimana yah. Untung ada ibunya dia (mertua saya) yang bisa njethuti kepala dengan cara menarik sekumpulan rambut. Eh ternyata bisa bunyi, dan bunyinya tidak jauh beda dengan bunyi klo kita lagi njethuti jari tangan atau jari kaki. Thek, thek, thek.. selesai.. dan istri saya bilang sudah mendingan..

Sembari saya mengusap-usap kepalanya, saya tanyakan ke istri saya, mungkin pingin makan atau minum, jawabnya dia pingin minum coklat (bukan susu coklat) dan makan roti bakar. Oke deh. Apapun saya lakukan asal istri saya mau makan dan minum, soalnya kadang kalau merasa pusing dan mual jadi malas makan.

Pake jaket, ngeluarin motor, terus pergi deh ke swalayan “As-Gross” deket kampus UNS. Uh.. yang bikin kesel, itu ada mobil yang nyelonong lampu merah di perempatan Pedaringan, padahal mobil yang lain pada berhenti.. Sabar-sabar.. walaupun ada juga umpatan dalam hati..

Melewati jalan sepanjang Ngoresan yang berlubang dan tidak berliku-liku.. membuat saya ga bisa naik motor kencang. Soalnya musti menghindari lubang yang kian hari semakin parah karena banyaknya truk yang melewati jalan itu. Padahal jalan ini cuma jalan sekelas jalan kampung, dan sebentar lagi musim penghujan. Bakalan ceprat-ceprot neh. Waspadalah !!!

Sampai di As-Gross, langsung heading ke bagian susu. Ada Milo, tapi istri saya lagi ga suka susu (Milo susu bukan yah?). Ketemu deh. Van Houten Cocoa.

Van Houten Cocoa

Baca manualnya dulu. Ternyata bisa langsung diminum campur air panas. 1 sendok teh coklat, 2 sendok teh gula, seduh pakai air hangat atau panas. Beli satu dulu yang kemasan 90 gr, jadi klo ga cocok bisa ganti yang lain. Plus, karena istri saya ga belum makan, saya beliin coklat SilverQueen Chunky Bar. Bayar di kasir trus lanjutin beli roti bakar.

Saya beli roti bakar di depan Wisma An Nahl. Sudah langganan sejak saya masih pacaran dengan istri saya. Walaupun sama-sama roti tawar, tapi rotinya beda. Si penjual harus motongin rotinya sendiri. Kalau biasanya roti bakar terdiri dari dua helai roti yang ditengahnya dikasih coklat, dia cuma pakai satu helai terus dibelah tapi tidak sampai terpisah. Habis itu dilapisi mentega dan diisi coklat, terus dibakar.

Sambil nunggu ternyata ada tetangga mertua saya (tetangga saya juga akhirnya). Saya sebenernya lihat dia, tapi lupa siapa dan ketemu dimana. Dia yang nyapa duluan. Namanya Pak Ripto. Punya usaha fotokopi di dekat situ. Saya tanya-tanya tentang usahanya, ramai atau tidak. Katanya sih sepi karena banyak yang belum aktif kuliah. Biasanya yang ramai adalah waktu-waktu menjelang pendaftaran wisuda, karena banyak mahasiswa yang menggandakan skripsi. Wisuda di UNS biasanya ada di bulan Maret, Juni, September dan Desember. Istri saya ikut wisuda bulan Desember. Sebernarnya sih pingin bulan September, tetapi karena ujian thesis-nya sudah mepet dengan hari terakhir pendaftaran wisuda, ya akhirnya ikut bulan Desember saja.

Roti bakar pesanan saya sudah siap dan saya langsung pulang. Setelah memasukkan motor, saya siapkan roti bakar di piring kecil, tapi istri saya tidak mau, nunggu dingin dulu sama bau uap-nya ilang dulu. Sambil nunggu dingin, saya bikin coklat dengan mengikuti petunjuknya. Setelah jadi, saya minta istri saya minum, mumpung masih panas, setelah diicipi, katanya terlalu kental. Ya sudah, saya tuang lagi ke gelas yang lebih besar dan saya tambahkan air panas dan sedikit gula. Saya tawarkan lagi, katanya minta rotinya dipotong kecil dulu, dicelupin baru disuapin. Tapi baru potongan pertama, istri saya ga mau, rasanya aneh dia bilang. Dia minta minum saja. Saya suapi istri saya sesendok demi sesendok, tapi akhirnya dia minta langsung minum dari gelas walaupun tidak sampai habis. Setelah itu dia mencoba untuk tidur, dan bisa tidur ternyata.

Tadi pagi terbangun jam 3 dan pusingnya sudah hilang. Saya tanyakan apakah mau coklat lagi? Sambil senyum dia mengangguk. Uh cantiknya istri saya😀..
Setelah minum coklat dan makan roti, dia tidur lagi, dan bangun dengan wajah yang ceria. Walaupun masih sedikit “melayang-layang”, tapi overall dah baikan.

Semoga segera baikan ya..

Saya bertanya dengan dokter (yang saat ini lagi studi di Jepang) tentang kondisi istri saya. Beliau bilang ini normal untuk wanita hamil. Rasa pusing juga bisa karena posisi tidur atau mungkin karena demam atau flu. Semula saya menduga karena kurang darah, tapi setelah menerima penjelasan ini jadi lebih ngerti. Sehingga ga perlu segera menyimpulkan kalau kurang darah.
Terima kasih Pak Dokter.😀

Untuk istriku: Cepet baikan ya.. ^*^

Ditulis dalam Daily, Pregnancy. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Mual, Muntah Dan Pusing Lagi”

  1. Muhammad Momon Says:

    istri sy sama persis dengan istri bapak..skrg ana beli van houten juga..mau dicoba mudah2an berhasil..doain ya mas

  2. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    Saya doakan Pak. Semoga istri bapak diberi kenyamanan dalam masa kehamilan dan melahirkan nanti.

    Semoga berhasil ya. Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: