Little Peanut Picture: The Sex

Me and my wife and also our future baby went to the doctor last Friday. That was so cloudy and the rain was near to fall. Since we can’t wait to see our Little Peanut, we only pray that the rain won’t go down. It took 15 minutes to reach the doctor’s office by motorcycle. No need to wait for so long, the assistant asked us to go in and we met the doctor.

Below, you can see the USG result. The baby weight is 990 gram.

The Sex

On the right picture, you can find the baby sex. This is what we want to know since last our last visit.
And the baby sex is FEMALE

Like what we have been dreaming while we are sleeping. Both me and my wife got a dream. I saw a beautiful girl using white dress, and of course with curly hair..

Can not wait to see you next month. We love you.

Big kiss from your father and mother.. ^8^

Iklan

Alhamdulillah.. 9 Desember 2006 Wisuda..

Alhamdulillah..

Setelah 2 tahun menempuh studi di Program Studi Linguistik – Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, istri saya hari ini telah menyelesaikan semua syarat-syarat administrasi wisuda dan telah mendaftarkan diri untuk mengikuti wisuda hari Sabtu, 9 Desember 2006.

Thesis istri saya berjudul:

ANALISIS KUALITAS TERJEMAHAN BAHASA INGGRIS-BAHASA INDONESIA DARI MULTILINGUAL WEBSITE http://www.a2ztranslate.com/old/

(Kajian tentang Tingkat Kesepadanan Makna, Tingkat Keterbacaan, dan Tingkat Kealamiahan Bahasa)

Mungkin ada yang bertanya.. kenapa kok /old/, kok tidak web utamanya saja? Saat istri saya sedang mengerjakan thesis, situs web A2ZTranslate.com diperbarui dan tidak ditemukan versi bahasa Indonesia-nya, padahal quesionaire sudah dibuat dan siap diedarkan. Atas bantuan dari Mark Berghan (A2ZTranslate), website yang lama bisa diakses kembali melalui http://ww.a2ztranslate.com/old/, sehingga thesis istri saya mengacu pada URL yang ini.

Atas nama istri saya, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan thesis, yaitu:

  • Pembimbing
    • Drs. M.R. Nababan, M.Ed, M.A., Ph.D.
    • Prof. Dr. H. Joko Nurkamto, M.Pd.
  • Penguji
    • Dr. Sumarlam, M.S.
    • Prof. Dr. H.D. Edi Subroto
  • Rater/Responden
    • Drs. Budi Purnomo, M.Hum.
    • Dra. Ida Kusuma Dewi, M.Hum.
    • M. Taufik Al Makmun, S.S.
    • Pak Doni
    • Pak Haris
    • Mbak Nita
    • Mbak Iis

Buat istriku:

Selamat dan terimakasih atas wisudanya. Mmm.. semakin melengkapi kebahagiaan kita.

We love you..

 

Buah Duwet.. Nostalgia Masa Kecil..

Hari Sabtu (04-11-2006) kemarin, saya dan istri pulang ke rumah orang tua di Klaten. Rencananya sih pulangnya Sabtu depan, tetapi karena hari Sabtu depan istri saya musti ikut Test Uji Materi di UPt. P2B UNS, akhirnya pulang ke Klaten diajukan hari Sabtu kemarin.

Sebelum perjalanan ke Klaten, kami menyempatkan diri untuk melihat rumah kami di Puncak Solo – Mojosongo. Sudah selesai dan cat-nya juga sudah diganti. Sebelumnya di-cat warna merah jambu, tetapi karena ada tambahan pekerjaan dan stock cat habis, akhirnya diganti ke warna putih gading. Wow, kelihatan lebih bersih, dan yang jelas, kami berdua menyukainya.  Listrik direncanakan masuk bulan Nopember ini, jadi insya Alloh kami bisa segera menempati rumah ini di dalam bulan Desember atau Januari 2007. Mohon doa-nya ya.. karena masalah listrik kata developer agak susah dapat-ya dari PLN. Musti antri dulu..
Perjalanan menuju dari Mojosongo ke Klaten normalnya ditempuh dalam waktu 1 jam, tetapi karena dari Kartosuro sampai Delanggu hujan deras sekali, ya sudah kami tiga kali berhenti untuk meneduh. Asyik juga sih merasakan hujan pertama. Berasa segar.. Semoga hujan ini membawa barokah ya.. amin.. Alhamdulillah.. musim penghujan sudah datang lagi..

Sampai di Klaten sekitar jam 17.30..

Hari Minggu..

Minggu pagi, kami berdua motor-motor untuk membeli Bubur Kacang Ijo, tetapi setelah ditelusuri sepanjang jalan tengah kota dari perempatan Ngingas Klaten sampai dengan Kantor Bupati, tidak satupun penjual bubur kacang ijo kami temui. Kebanyakan adalah bubur ayam, dan kami menemukan makanan unik .. yaitu Bubur Lethok (Tumpang) di Pasar Klaten.

Ya sudah.. kami coba pergi ke Pasar Srago.. dan KETEMU… satu porsi 1000 rupiah.. beli empat.. bawa pulang..

Menjelang siang..  sepulang saya mengantar Bapak yang mau melayat di Ngoro-Jombang, saya iseng2 melihat pohon Duwet yang ada di lahan kosong di depan rumah tetangga saya. Wah.. kok ada yang hitam keunguan bergerombol di pohon yah.. pasti sudah tua buahnya..  Setelah parkir motor, saya tawari istri saya. Mau buah duwet.. dengan manisnya dia bilang.. “Mau-mau.. aku dulu pas kecil ga boleh makan duwet”.. hehehehe..

Oke deh.. ambil galah yang ada tampungannya di bagian atas.. dapat deh satu mangkok Buah Duwet.. Hitam keunguan.. dan Manis-manis sepet.. Lebih mantap ditaburi sedikit garam.. Rasanya jadi komplit. Manis, sepet, asin..

Karena ga punya gambar buahnya.. hasil dari Googling ketemu:

Duwet

dari http://www.geocities.com/omimachifuri/fruits.htm

Dulu waktu saya masih SD.. buah ini adalah salah satu buah yang terjangkau buat saya. Biasa dijual dengan tempat berupa Cone dari kertas (atau disebut conthong). Makannya juga harus hati-hati. Jangan sampai kena baju seragam, karena akan meninggalkan bekas warna Ungu.

Istri saya beda lagi, waktu kecil (SD) dia tidak boleh makan duwet, tidak tahu alasannya apa, mungkin biar seragamnya ga kena noda. Tapi yang jelas.. seneng banget dia bisa ngrasain makan duwet setelah sekian lama. Kami menyimpan beberapa dan dibawa pulang ke Solo. Eh.. mengejutkan.. karena kebetulan ada paman yang main ke rumah di Solo.. Ibu mertua saya bilang ke adiknya..  Yok.. mengenang masa kecil.. ni tak kasih buah duwet.. kamu pernah kan jatuh dari pohon duwet..

Hehehehe… ternyata… duwet bukan cuma nostalgia saya saja..

Mmm.. apa yang saya pingin lagi..

Ah.. makan buah ceplukan sepertinya menyenangkan.. tapi dimana yah..?

Setidaknya.. bisa lihat gambarnya dulu:

Ceplukan

dari http://www.iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?id=278

Mmmm… 😀

Ditulis dalam Daily. 17 Comments »

Wow.. Perut Istriku Bergelombang..

Menjelang akhir bulan ke-5 kehamilan istri saya, saya semakin bisa merasakan gerakan si bayi dengan hanya meraba permukaan perut saja. Bahkan kalau si bayi menendang dengan keras, tanpa diraba pun bisa kelihatan ada sesuatu yang menendang perut dari dalam. Kadang bergelombang-gelombang. Mungkin si bayi lagi guling-guling.. 😀

Senang sekali melihatnya, karena dengan begitu saya tahu bahwa si bayi sudah semakin besar dan makin aktif bergerak. Meskipun kadang mengalami sesak nafas (yang maklum dialami oleh wania hamil yang mendekati trimester ketiga), tetapi kami sangat bersyukur, karena itu menandakan bahwa si bayi semakin besar. Untuk mengatasi sesak nafas, biasanya istri saya berbaring sebentar agar perut menjadi longgar.

Tanggal 19 Nopember masih lama (kami biasa kontrol ke dokter sebulan sekali), tidak sabar untuk datang ke dokter lagi dan melihat si bayi lewat USG. Terakhir kemarin kami belum bisa melihat jenis kelaminnya karena si bayi akif bergerak SemogaUSG di bulan ini bisa kelihatan jenis kelaminnya. Cowok maupun cewek tidak masalah, yang penting sehat.

Untuk bayiku, baik-baik di dalam ya. Tetap gerak-gerak ya, biar ibumu tidak kesepian. Biar kita bisa merasakan eksistensimu. Tidak sabar ingin segera melihatmu lagi..

We love you..

Ditulis dalam Daily, Pregnancy. 14 Comments »