Jika Telah Sesar, Persalinan Berikutnya Tidak Bisa Dipacu

Lepas Maghrib hari Kamis (22/02/2007) kemarin, dengan berat hati saya dan istri harus meninggalkan Nisa di rumah (dititipkan ke kakek-neneknya), karena kami harus pergi ke dokter Sulis untuk kontrol jahitan istri saya karena operasi sesar saat melahirkan Nisa. Untuk jaga-jaga, istri sudah memeras ASI dan dimasukkan ke botol agar bisa diminumkan kalau nanti Nisa bangun. Dapat giliran sekitar jam 19.00, tapi kami memilih untuk terlambat, biar tidak menungu lama. Di tempat praktek dokter Sulis, yang daftar duluan dapat prioritas duluan.

Sepanjang jalan yang dipikiran kami cuma Nisa. Kuatir kalau dia bangun atau menangis karena haus. Perjalanan yang biasanya cepat jadi terasa lama bagi kami. Setelah sampai di dokter Sulis, ternyata kami harus menunggu dua giliran lagi. Tensi istri 145/100 dan berat badan turun 7 kg. Tensi ini mungkin disebabkan karena istri saya kurang tidur karena per-dua jam sekali harus menyusui Nisa.

Tiba giliran kami dan ketemu dengan dokter Sulis, yang katanya sedang terburu-buru karena akan segera PKU untuk membantu persalinan. Istri saya tiduran di bed periksa untuk mengganti perban dan melihat perkembangan jahitan. Oleh dokter Sulis, saya dipanggil dan ditunjukkan jahitan yang melintang di bawah pusar. Wah, panjang juga ya. Tetapi jahitannya terlihat seperti sayatan saja. Tidak seperti jahitan yang konvensional. Kata dokter Sulis, nanti kalau sudah kering, terlihatnya hanya seperti garis saja. Tidak terlihat seperti bekas jahitan. Beliau tidak tega kalau pakai yang konvensional, karena hasilnya jelek sekali.

Setelah selesai diganti, kami duduk di depan meja kerja beliau dan saya menanyakan sampai berapa kali seorang ibu bisa melahirkan secara sesar. Beliau menjawab bahwa seorang ibu bisa menjalani operasi sesar sampai 4 kali, dan jaraknya minimal 2 tahun antar kehamilan. . Jahitan tidak akan kuat jika dipacu. Jika dipaksa, bisa sobek jahitannya.

Ibu yang sudah  pernah menjalani operasi sesar, proses persalinan
berikutnya haruslah normal tanpa dipacu atau melalui operasi sesar lagi.

Nah karena istri sudah pernah operasi sesar, berikutnya harus normal tanpa dipacu atau sesar lagi.

Selesai. Kami kembali ke rumah di bawah gerimis yang mengguyur kota Solo. Perjalanan pulang terasa lama. Sampai di rumah ternyata Nisa masih bobo, tapi sempat bangun dan tidak mau disusui lewat botol. Wah, kasihan ya. Si Ibu segera menyusui si kecil setelah sebelumnya cuci tangan dan kaki. Kembali saya bersyukur atas Nisa yang sudah pinter minumnya..

Semoga informasi ini bermanfaat yah..

Ditulis dalam Daily, Pregnancy. 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Jika Telah Sesar, Persalinan Berikutnya Tidak Bisa Dipacu”

  1. lindaKasturi Says:

    maksudnya tanpa dipacu apa y? induksi?
    makasi,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: