Mencukur Rambut Nisa

Hari Rabu kemarin (21/03/2007), Nisa genap “Selapan” atau 35 hari (35 kok genap yah.. hihihihi). Tidak ada acara bancakan selapanan, cuma ada ritual memangkas habis rambut. Rambut hasil cukuran ditimbang dan jumlah timbangan dinilai dengan
nilai emas kemudian disedekahkan. Untung kakeknya Nisa pengrajin emas, jadi tidak perlu nimbang kemana-mana.

Untuk mencukur Nisa, saya ijin pulang lebih awal. Soalnya kalo nunggu saya pulang kerja,wah bisa mandi malam si Nisa. Sambil install server backup, saya browsing dan menemukan tutorial cara mencukur rambut bayi di blog ini. Terima kasih buat yang punya Blog. Setelah cukup bekal, jam 15.00 pulang. Sampe di rumah ternyata si Nisa barusan bobo dan digendong ibunya, jadi bakalan punya banyak waktu untuk mencukur rambutnya.

Setelah persiapan ini itu, jam 15.40 saya mulai mencukur rambut Nisa yang sedang digendong ibunya. Selama dicukur dia tetep digendong. Saya gunting dulu rambutnya karena sudah lebat, baru kemudian saya cukur pakai pisau cukur dari bagian depan, samping, baru belakang. Herannya, selama dicukur Nisa tidak bangun, cuma menggeliat terus bobo lagi. Pelan-pelan mencukurnya, dan selesai jam 17.30. Hampir 2 jam saya mencukurnya.
Alhamdulillah..

Kelihatan lebih cantik setelah dicukur (screenshoot menyusul). Walaupun tidak 100% tercukur semua, tapi mostly bersih. Cuma tinggal sedikit yang tipis-tipis. Nanti atau besok diulangi lagi. Nisa lebih cantik lagi setelah dimandikan dan dipakaikan tutup kepala. Hehehehe 😀

Selesai..

Barusan istri saya telpon, katanya si Nisa meraba-raba kepalanya dan terdiam agak lama, kayak bingung gitu. Eh, tahu-tahu matanya melirik ke atas.. sepertinya dia mencari rambutnya.. hahahaha..

Maaf ya dik, rambutmu dicukur dulu. Lagian kan kamu sering menarik-narik rambutmu sendiri sampai kamu menangis kesakitan..

Iklan

UPDATE – Surat Terbuka Untuk Ray White Solo: Kapan Listrik di Puncak Solo Residence Menyala?

Email saya ke Ray White Solo <solo.solo@raywhite.co.id> mental dengan reason seperti di bawah ini. Padahal alamat emailnya sama persis dengan yang mereka tampilkan di sini. 😦

Harus dicoba pakai surat biasa kalau begitu.

——–

System Administrator <postmaster@raywhite.co.id>    
to me
   
show details
     Mar 14 (22 hours ago)
Your message

 To:      Ray White Solo
 Cc:      Ray White Indonesia
 Subject: Kapan Listrik di Puncak Solo Residence Menyala?
 Sent:    Wed, 14 Mar 2007 16:33:31 +0700

did not reach the following recipient(s):

Ray White Solo on Wed, 14 Mar 2007 16:40:47 +0700
   The recipient name is not recognized
       The MTS-ID of the original message is: c=us;a= ;p=information ?
te;l=MAIL0703140940GCH6LW0G
   MSEXCH:IMS:Information & Technology:RAYWHITE.CO.ID:MAIL 0 (000C05A6)
Unknown Recipient

——-

Surat Terbuka Untuk Ray White Solo: Kapan Listrik di Puncak Solo Residence Menyala?

Yth. Ray White Solo,

Saya membeli rumah di Puncak Solo Residence Blok H.20, sampai sekarang belum bisa menempati rumah tersebut karena listrik belum tersambung. Padahal dulu saya dikejar-kejar oleh Ray White (marketing saya dulu Iin, sejak naik jabatan dilimpahkan ke Agung) agar segera realisasi karena Ray White (atau developer yang sekantor sama Ray White) butuh dana segera cair untuk membangun rumah-rumah yang lain.

Sudah lebih dari 6 bulan sejak realisasi kredit, dan saya belum bisa menempati rumah karena  tidak adanya listrik. Jaman sekarang listrik merupakan hal yang penting, sebagaimana Anda di Ray White bisa membaca/mengakses email ini. Begitu juga saya. Yang Anda tawarkan adalah rumah sehat sederhana (yang disubsidi pemerintah), tetapi bukan berarti tanpa listrik kan?

Kenapa masalah listrik tidak dibuka di awal saat Anda promosi? Anda bisa bilang kalau listrik tidak bisa dijamin. Apa karena takut tidak ada yang beli? Walaupun sekarang di BTN Mojosongo pun saya dengar (dari marketing Anda) pernah ada calon konsumen yang membatalkan membeli rumah di Puncak Solo karena diberi informasi tidak ada listrik. Sama saja kan?

Anda sepertinya menyediakan solusi rumah sehat sederhana, harga murah, tapi malah menjerumuskan konsumen pada ketidakpastian. Ketidakpastian kapan bisa menempati rumah yang diidam-idamkan. Saya yakin Anda bisa membayangkan (atau tidak??) rasanya jika sudah membayar angsuran kredit, tapi belum bisa menikmati apa yang Anda bayar setiap bulannya.

Yang saya tanyakan kepada Anda adalah:

Apakah ada kompensasi yang saya terima atas tidak adanya listrik karena staff Anda tidak menjelaskannya di awal? Kalau ada, apa wujudnya?

Kenapa saya menanyakan kompensasi? Ini sama halnya ketika Anda meminta saya segera realisasi agar segera ada kucuran dana dari Bank. Sekarang giliran saya menanyakan apa yang Anda berikan kepada saya. Fair kan?

Saya sudah menghubungi marketing Anda dan menanyakan kapan listrik menyala, mereka bilang tidak berani jawab karena tidak ada kepastian dari pihak developer (yang sekantor sama Ray White). Ini yang selalu bikin saya kesal. Tidak ada kepastian.

Oleh karena itu saat ini langkah yang saya ambil adalah:

  1. Tidak melakukan serah terima kunci, sampai listrik menyala
  2. Mengajukan KLAIM terhadap developer atas kerusakan terjadi pada bangunan fisik rumah saya (misal: retak, kusen melengkung, dan sebagainya) yang terjadi selama masa menunggu serah terima kunci (pada nomer 1). Jika nanti sudah terima kunci-pun, saya masih punya hak atas garansi selama 100 hari. Jika nanti ada masalah, tetap akan saya KLAIM-kan ke developer.
  3. Menduplikasi email ini dan mempublikasikannya melalui BLOG saya (https://riefsa.wordpress.com) agar masyarakat lebih bisa berhati-hati dalam membeli dan memilih rumah.

Di dalam lampiran (atau bisa diakses di: http://www.plnjateng.co.id/index.php?isi=pp&cat=detil_keluhan&id=1055) bisa Anda lihat jawaban dari pihak PLN atas keluhan saya kenapa pemasangan listrik di Puncak Solo lama. Anda juga bisa lihat bahwa seharusnya Anda bisa menginformasikan hal-hal berkaitan prosedur pemasangan listrik sejak awal ke calon konsumen.

Saya menunggu tanggapan dari Ray White Solo mengenai email saya ini. Jika membutuhkan menghubungi saya langsung, nomor telepon saya ada di marketing Anda.

Terimakasih.

Arief Fajar Nursyamsu
Puncak Solo Residence H.20

Bercak Putih di Bibir, Gusi, dan Lidah Bayi

Sekitar sepekan setelah pulang dari PKU, saya menemui adanya bercak putih di bibir, gusi, dan lidahnya. Dugaan saya dan istri, ini karena sisa ASI yang bersarang di mulutnya. Kata mertua sih juga karena sisa susu. Plus si Nisa minumnya juga kuat dan tidak rewel, jadi kami berpikir memang benar ini sisa susu. Tetapi karena sepupunya Nisa juga pernah mengalami hal ini dan ternyata terkena sariawan, wah jadi was-was juga. Kalo sariawan, kan sakit kalo buat minum ASI, plus tidak ada merah-merah di bibir, gusi maupun lidahnya. Jadi kami pikir sih tidak ada apa-apa.

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengusapnya menggunakan kapas. Sebagian hilang sebagian tidak. Tetapi kadang juga hilang semua tanpa dibersihkan, terus muncul lagi. Tidak puas dengan hasil ini, ya akhirnya cari-cari di Google, dan ketemu penyebabnya, yaitu sisa ASI dan Jamur Candida akibat sisa ASI yang tidak dibersihkan.

Dari milis anakku, saya peroleh informasi bahwa jamur ini bisa dihilangkan dengan obat tetes bernama “Mycostatin”. Sebenarnya di rumah sudah ada waktu dipakai untuk ngobati sepupu Nisa, tapi saya memutuskan untuk ke apotik dan menanyakan apakah ini aman untuk bayi di bawah satu bulan. Eh, ternyata di apotik dekat kantor stocknya sudah habis, malah ditawari obat lain, tidak saya beli. Ya sudah, sepulang kantor, saya mampir ke apotik Bunda, yang jadi satu komplek dengan tempat praktek dokter Sulis (SpOG yang menangani istri saya). Nah, waktu saya tanyakan kepada penjualnya, langsung ditanyai: “Bayinya umur berapa bulan Pak?”. Langsung saya jawab kalau kurang dari 1 bulan. Petugasnya langsung menyuruh saya membawa Nisa ke DSA (Dokter Spesialis Anak) dulu. Ya sudah, saya pulang saja dan tidak jadi membeli.

Hari Kamis (10/03/2007), kami bertiga (heheheh sekarang sudah bertiga, saya, istri dan Nisa).. ke PKU untuk memeriksakan Nisa berkaitan dengan bercak putih tersebut dan lendir putih yang keluar dari kemaluannya, plus beberapa pertanyaan lain yang sudah saya tulis di buku catatan. Menunggu agak lama, dan sembari menunggu, Nisa ditimbang dan beratnya sudah 3,5 kg, atau naik 0,7 kg sejak kelahirannya. Mmm… dalam 3 minggu Nisa sudah tambah gemuk. Lihat fotonya di sini.. Gemuk kan?

Pak Dokter datang. Namanya dr. Subagyo, SpA, dosen di FK UNS juga, seperti dokter Sulis, SpOG dan dokter Tonang. Dua pekan sebelumnya saya sudah ketemu beliau saat mengimunisasikan Nisa. Saya sampaikan ke beliau beberapa hal mengenai Nisa, dan bilang bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan semua pertanyaan yang saya tulis di buku catatan saya dijawab semua oleh beliau.

Berikut pertanyaan dan jawabannya:

Apakah bercak putih di bibir, gusi dan lidah itu adalah jamur?

Dicoba dulu dibersihkan (cara membersihkan lihat di bagian akhir posting ini), kalau tidak bisa berarti itu jamur. Tapi kalau muncul kemudian hilang, itu karena sisa ASI. Kalau jamur akan menyebabkan bayi mencret dan sariawan yang menyebabkan bayi malas minum. Tapi kalau minumnya tidak terganggu berarti tidak ada masalah. Cukup dibersihkan saja.

Bagaimana jika nanti tidak hilang jika telah dibersihkan?

Jika tidak bisa dihilangkan dan terus menerus ada, bisa dikasih obat. Tetapi diusahakan dulu dengan dibersihkan secara telaten.

(Dokter Subagyo memberi saya resep dan berpesan: “Ini saya beri resep, tetapi jangan dibelikan ya Pak? Ditelateni aja dulu.) He he he.. obatnya Mycostatin. Terima kasih dokter. Terima kasih buat mas yang di apotik Bunda.

Apakah lendir putih di kemaluan itu? Bisakah dibersihkan? Kalau bisa dengan apa?

Lendir putih ini wajar muncul untuk bayi perempuan. Cukup dibersihkan dengan kapas steril saja. Nanti lama kelamaan hilang kok.

Kalau habis minum terus bobok, nafasnya kok kayak orang pilek, kenapa dan apakah aman?

Tidak apa-apa. Nanti hilang sendiri seiring pertumbuhannya. Ini karena ada ASI yang masuk ke rongga pernafasan.

Itu daftar pertanyaan saya, dan jawaban dari dokter.

Cara membersihkan bercak putih di bibir, gusi dan lidah adalah:

Gunakan kapas yang direndam dengan air panas, biar steril. Bukan air mineral, misal Aqua. Tetapi air masak. Setelah dingin, baru digunakan untuk mengusap bercak putih tersebut.

Nah, ada cara lain yang bisa digunakan yaitu dengan membilas mulut bayi setelah minum ASI. Pernah dicoba sekali, tetapi Nisa sepertinya tidak suka. Jadi ya akhirnya ditelateni dengan membersihkannya.

Alhamdulillah, ternyata bercak tersebut karena bekas ASI, hilang dan muncul. Nisa juga tetap kuat minumnya.
Maklum, kami belajar dari nol untuk ngurus anak. Doakan ya semoga diberi kemudahan. Amin.

Pelajaran yang saya petik dari sini:

Pendapat orang lain boleh didengarkan dan diikuti, tetapi kalau kurang yakin, tanyakan kepada ahlinya 😀

Semoga posting ini berguna buat Anda.

Referensi lain yang bisa Anda baca:
http://www.anakku.net/index.php?option=com_content&task=view&id=74&Itemid=99
(harus mendaftar lebih dulu)

Berbagai Macam Ekspresi Nisa

Coba perhatikan paling kiri baris kedua. Mikir apa dia ya?

Jangan repot-repot mikir negara ya dik. Bercengkrama saja bersama bapak dan ibuk.. 😀