Minum ASI dari Botol

Sejak sepekan yang lalu, Nisa sudah diselingi minum ASI dari botol. Bukan kok ibunya yang tidak mau menyusui, tetapi Nisa semakin peka terhadap lingkungannya. Kalau sedang menyusu kemudian ada suara atau hal apapun yang menarik buat dia, langsung deh dilepasin dan kepalanya noleh-noleh. Begitu sudah puas, balik menyusu lagi, tetapi kalau ada “gangguan” dilepas lagi. Wah, kalau kayak gini terus biasanya ibunya yang bingung dan lama kelamaan Nisa nangis karena lapar. Hehehehe… dik dik..

Alasan lain adalah untuk mempersiapkan Nisa kalau ditinggal ibunya kerja. Istri saya bekerja sebagai pengajar bahasa Inggris di Pusat Bahasa UNS dan rencana mulai kembali aktif mengajar bulan Juni atau Juli. Jika Nisa sudah bisa minum dari botol (lewat dot tentunya), ibunya tinggal memerah ASI ke botol. Semoga nanti jadwal mengajar bisa disiasati sehingga tidak perlu meninggalkan Nisa lama-lama. Untungnya waktu tempuh dari rumah kami ke UNS tidak sampai 10 menit.

Sudah beberapa kali Nisa dilatih minum dari botol, tetapi selalu menangis karena belum terbiasa. Awalnya sih karena harus ditinggal ibunya kontrol ke SpOG untuk pemeriksaan pasca sesar. Nisa dititipkan ke kakek-neneknya dan ditinggali satu botol ASI, tetapi Nisa ternyata tidak mau minum, akhirnya diusahakan untuk ditidurkan sampai ibunya pulang. Untungnya selalu dapat giliran dengan waktu tunggu tidak lama, sehingga bisa cepat pulang.

Beberapa kali dicoba selalu tidak mau dan hasil akhirnya adalah menangis dan kembali ke laptop tetek. Hingga akhirnya kami memutuskan willy-nilly Nisa harus bisa minum dari botol. Ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Saat saya menanyakan ke kakak saya (yang juga punya bayi berusia 6 bulan) mengenai harga alat pemerah ASI yang dia pakai dan dibeli dimana, eh malah ditawarkan untuk menggunakan miliknya. Karena menurutnya pemerah ASI itu juga tergantung kecocokan. Kakak saya tidak cocok kalau menggunakan alat pemerah ASI, hasil perahannya sedikit, sehingga sekarang memilih manual menggunakan tangan.

Jadi deh pemerah ASI ber-merk Medela itu digunakan oleh istri saya. Sabtu (12/05/2007) pemerah ASI itu dicoba dan tahap pertama bisa menghasilkan 50 ml. Langsung dicoba apakah Nisa mau minum pake dot, masih tidak mau karena dot-nya terlalu keras. Setelah diganti yang lembut, pelan-pelan dia mulai mengencut (walaupun kadang dilepas) dan alhamdulillah habis ASI 50 ml. Tapi sepertinya kurang, dan perahan tahap kedua menghasilkan 40 ml dan habis diminum Nisa. Karena takut kekenyangan (dan sudah hampir jam 22.30 malam), latihannya dihentikan, dan Nisa tidur sampai pagi.

Pagi harinya, kembali diperahin ASI dan diperoleh hampir 125 ml. Jangan tanya, semua habis diminum Nisa lewat dot.

Hore… berhasil..

Alhamdulillah.. Semoga ASI-nya lancar sehingga bisa menghindari susu formula.. Amin.

Tulisan di blog ini menunjukkan bahwa ketahanan ASI hasil perahan adalah sebagai berikut:

ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Utami, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.

Tadi pagi Nisa diperahkan ASI. Baru sebagian diminum, Nisa ngompol.
Setelah digantiin celananya, ASInya diminumkan lagi, ternyata tidak mau
dan menangis. Ibunya bilang “Sebentar ya dik, diangeti dulu susunya”.
Hahahaha… dan benar. Setelah dihangatkan (dengan cara direndam air
panas/hangat), langsung deh lahap lagi minumnya..😀
Ooo.. ternyata maunya yang hangat ya.. hehehehe.. ada-ada saja..

Ayo dukung pemberian ASI eksklusif dan katakan tidak kepada susu formula !!!

14 Tanggapan to “Minum ASI dari Botol”

  1. alief Says:

    Saya ndukung, tapi…. (belum nikah)😀

  2. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    @ Cak Alief
    Terimakasih dukungannya. Memberikan dukungan kan tidak harus menikah dulu😛

  3. alle Says:

    jadi inget emak,.. :((
    apakah dulu saya diperlakukan gt yah?

  4. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    @ Alle
    Coba ditanyakan dong..
    Atau buka blog emak mas Alle😀

  5. Rani Says:

    selamat atas perjuangannya utk ber-ASI niscaya bisa sampai enam bulan eksklusif lho :>

  6. Dolly Aswin Hrp Says:

    Saya berencana juga mau beli alat ini. Alhamdulillah ASI istri saya sudah lancar. Tidak seperti baru melahirkan dulu.

    katakan tidak kepada susu formula !!!

  7. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    @ Rani
    Terima kasih Bu. Doakan ya semoga lancar..😀

    @ Dolly Aswin
    Sip sip. Silahkan beli. Yang versi dobel juga ada. Jadi bisa merah dua-duanya sekaligus.
    Eh, blog-nya ganti alamat ya? Kok ga bilang-bilang. Btw, si kecil apa kabar?

  8. Amd Says:

    Ayo, ayo berantas susu formula, hehe…

    Nadira juga paling benci susu kaleng Mas. Kalau ASI dia ndak pernah bosan sampe sekarang, sedangkan susu, walau di”susup”kan dalam bentuk apapun pasti bikin dia ngamuk…

    Sekarang untung sudah mulai mau makan bubur dicampur susu (dikit), tapi untuk minum susu, apalagi ngedot, wah masih jauh gak mau…

  9. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    @ Amd
    Kalo ASI dibotolin mau ga? Dilatih aja mas, diperahin gitu, jadi kalau mamanya beraktifitas, Nadira bisa minum dari dot.
    Mungkin Nadira sudah cukup mengenal rasa ASI mamanya, dan bagi dia ini nomer satu.
    Yang lain.. kelaut aja..😛

    Wow, sudah dapat MPASI ya? Nisa masih 3 bulan lagi.. sekarang masih minum ASI dan divariasi langsung atau dari botol..

  10. Dini Says:

    Halo salam kenal..
    mau nanya,setelah dikasih ASI lewat botol/dot, Nisa masih mau nenen? ga ngalamin bingung puting ya..?

  11. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    Masih mau nenen kok Nisa. Jadi kalau pas ditinggal ibu’nya kerja mau minum dot. Pas ada ibu’nya dia nenen. Tapi justru Nisa bingung puting saat di rumah sakit, karena rumah sakit waktu itu menggunakan dot. Tapi adiknya nisa (skrg 6 bulan) di rumah sakit pakai gelas kecil (sloki), jadi tidak bingung puting.

  12. Erma Says:

    saya jg mau usahain baby saya nanti pake ASI ekslusif!!! ni udah hamil 7 bulan,,ngomong2 pemerah ASInya mahal ga ya,,trus sakit ga teteknya waktu diperah,,ada orang yang bilang katanya kalo pake pemerah ASI nanti puting susu jadi pecah,,bener ga??
    makasih atas infonya ya…

  13. nurlaila Says:

    maturnuwun infonya, anak saya abid umur 20 hr dan harus saya tinggal kuliah. forza ASI, say no to susu formula


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: