Mensubsidi Semut

Pernahkah Anda jengkel terhadap ulah semut yang menyemuti makanan atau minuman Anda? Jika iya, sudah saatnya Anda berpikir untuk mensubsidi semut-semut tersebut.

Serius. Tidak bercanda. Saya pernah membuktikannya jaman masih kos dulu. Sekarang belum lagi, tetapi saya sudah memikirkan ke arah sana.

Jaman saya masih kos di belakang kampus UNS – Solo, untuk menghemat uang saku, biasanya dibawakan makanan, lauk atau mie instant dari rumah. Beras juga, karena kebetulan ada rice cooker di kos. Uang saku mingguan memang harus dihemat supaya cukup untuk satu pekan.

Musuh terbesar saya saat itu adalah semut. Dibawain makanan enak-enak (makasih Buk), kadang musti dibuang karena disemuti. Mie instant, dari luar tampak mulus, di dalam sudah banyak semut. Waduh. Tidak bisa dibiarkan ini. Saya bisa kelaparan nantinya.

Hingga suatu saat, saya ketemu sama rekan satu SMU dan tidak tahu bagaimana hingga muncul cerita semut ini. Dia hanya bilang.. “Disubsidi saja, mereka kan butuh makanan.”

Hmm.. begitu balik ke Solo, saya ikuti anjurannya. Tepat di dekat lubang semut, saya kasih gula. Kebetulan lubangnya ada di tembok yang agak tinggi jadinya saya tempelkan gula itu ke selotip bolik-bolak. Apa yang terjadi..

Hahahaha.. sejak saat itu makanan saya bebas dari semut. Kalau semut sudah mulai kelihatan turun, saya cek apakah gulanya habis atau tidak, kalau habis saya tambahkan lagi..

Entah kapan persisnya saya berhenti melakukannya, tetapi yang jelas semutnya sudah tidak mengganggu jatah saya lagi. Mungkin si ratu semut berbaik hati dan bilang kepada semut-semut pekerjanya..

“Sudahlah, jangan lagi mengambil jatah makanannya. Kasihan, anak kos.. jauh dari orangtua. Cari penduduk lokal aja yuk”..

Anda sudah siap mensubsidi semut?

Di dalam kehidupan sehari-hari.. “semut” manakah yang perlu disubsidi?

Ditulis dalam Daily, H20, UNS. 11 Comments »

11 Tanggapan to “Mensubsidi Semut”

  1. H-2 Says:

    Good….goood…..goooood…..

  2. yudhipras Says:

    *jrep*

    wahahahhaha..

    dalem,artikelmu kang =P

  3. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    @ H-2
    Hai tetangga.. ada semutkah di situ?😀

    @ Yudhipras
    Loh.. kok malah ajep-ajep..
    Yoi cak.. kapan mau mulai?

  4. sandalian Says:

    semute ayu mesti :p

  5. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    @ Sandalian
    Ra sempat niliki cak..

  6. ayahshiva Says:

    apalagi di rumah saya tuh banyak sekali semut merah di dapur sampe kesel ngebersihinnya, setiap pagi pasti ada lagi

  7. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    @ Ayahshiva
    Makanya tuh dicari lubangnya tuh.. terus tuh disubsidi tuh..😀

  8. safitri Says:

    Info baru ^^
    Lha kalo ga ketemu lubang semutnya gimana?

  9. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    @ Safitri
    Pokoknya harus ketemu !!!
    Ah, ditaruh saja di tempat atau jalur yang dilalui semut…

  10. Rully Says:

    Selain disubsidi pake gula, bisa juga “disubsidi” pake “gula ajaib” (kapur bagus ajaib?) di lubang & jalur-jalur yang dilalui semut. Lumayan ampuh juga. Berkurang drastis.:mrgreen:

  11. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    Saya sudah membelinya Pak, tetapi belum digunakan.. soalnya merusak pemandangan😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: