Solo Banjir, Jembatan Cinta Terendam

Barusan, rekan saya yang tinggal di Sawah Karang, belakang kampus UNS Solo menelpon dan bercerita bahwa Jembatan Cinta warna biru yang menghubungkan belakang kampus (daerah Krajan) dengan Mojosongo sudah terendam air. Kalau Jembatan ini sudah terendam, berarti beberapa rumah yang ada di bantaran sungai pasti juga sudah terendam.

Saya biasa melalui jembatan ini untuk menuju ke kampus UNS, atau ke Petoran. Jembatan berwarna biru ini memang hanya cukup dilewati satu sepeda motor. Jadi dari kedua sisi harus bergantian untuk menyeberang. Mungkin disebut jembatan cinta karena cocok untuk jalan berdua sambil bergandengan tangan.

Tapi siapa ya yang mau menyeberang kalau lagi banjir kaya gini.

Baca juga “Solo Banjir

4 Tanggapan to “Solo Banjir, Jembatan Cinta Terendam”

  1. alief Says:

    wah siap sampang dong…🙂 surabaya banjir juga gak ya?

  2. nurussadad Says:

    Ngaawi Juga Banjir Euy

  3. salim aljaber Says:

    hah??

    aku malah baru tahu kalo itu namanya jembatan cinta!
    haha..

    salam kenal
    aku dr jalan malabar!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: