Pemkot Solo Bentuk Posko Banjir

Pemerintah Kota Solo membentuk Posko Banjir yang terpusat di Loji Gandrung (Rumah Dinas Walikota). Selain di Loji Gandrung, tiap kelurahan juga didirikan posko untuk pengkoordinasian dan pengendalian penanganan banjir solo.

Posko Banjir Loji Gandrung bisa dihubungi di nomer telepon: 0271 – 712004

Sumber: surakarta.go.id

3 Tanggapan to “Pemkot Solo Bentuk Posko Banjir”

  1. nurussadad Says:

    Mulai serius ternyata banjirnya.

  2. Arief Fajar Nursyamsu Says:

    Sejak Rabu dinihari, banjirnya sudah serius..

  3. Edward Says:

    Bapak Walikota Solo dan koordinator banjir yang terhormat,

    Saya adalah warga Purigading yang rumahnya telah terendam air 2x ingin menyampaikan unek-unek saya sbb:
    1. Mengapa kita tidak pernah belajar dari pengalaman tempat lain, apa yang harus diantisipasi bila akan terjadi banjir? Padahal kita sudah punya banyak pintu air, bahkan waduk yang berfungsi untuk itu?
    2. Benar, bila cuaca telah kacau akibat lingkungan yang telah kita rusak bersama tidak lagi bersahabat, mau tidak mau pintu air harus dibuka, dan mengorbankan sebagian warganya, sebab bila tidak, tanggul mungkin jebol, sehingga semua orang kesusahan, dan dengan terpaksa tidak ada yang sanggup menolong, sebab menolong diri sendiri saja susah?
    3. Tapi kapan air waduk mulai mengkhawatirkan, kapan pintu air terpaksa dibuka, saya yakin ada koordinasi dengan pimpinan kota, mengapa tidak pernah ada informasi kepada warganya? Apa yang harus dipersiapkan atau diselamatkan. (terlepas dari kemungkinan ada sebagian warga yang mengamuk, karena merasa jadi korban).
    4. Begitu banjir mulai naik, listrik harus dipadamkan untuk antisipasi bahaya yang lebih besar, tetapi akibatnya warga daerah itu tidak lagi tahu keadaan dunia luar karena tidak ada radio, tv yang bisa memberi informasi! Mengapa tidak diusahakan pemberitahuan lewat RT/RW, pengeras suara, mobil polisi, sirene dll. Sehingga warga bisa bersiap2 dan tahu apa yang harus diperbuat! Bukannya seperti yang sudah terjadi, warga hanya bingung dan was2, men-duga2 mungkin air tidak akan sampai masuk rumah, mungkin hanya masuk sedikit, mungkin hanya sampai lutut saja, dstnya hingga semuanya sudah terlambat??
    5. Setelah musibah terjadi memang kita akan sulit mengharapkan RT/RW yang notabene juga tetangga kita, sehingga pasti mereka juga harus menyelamatkan keluarganya lebih dulu. Seharusnya satuan pengamanan langsung digantikan oleh petugas daerah lain yang tidak terkena musibah untuk bertugas didaerah musibah.
    6. Bahkan tgl.27 siang kemarin, begitu warga senang karena air sudah mulai surut, sehingga langsung mulai membersihkan rumah, barang2 dikeluarkan supaya bisa dijemur, ternyata tengah malam air naik lagi jauh lebih cepat dan kabarnya lebih tinggi dari tgl.26nya.
    7. Kita semua tahu sekarang ini masih awal musim hujan, dan puncak debit air hujan masih belum terjadi, besar kemungkinan banjir masih akan terjadi lagi. Tolong informasikan data BMG pada warga, kapan bagaimana dan apa yang harus dilakukan, antisipasi apa yang harus dikerjakan dst. Janganlah selalu menunggu korban berjatuhan dulu, baru dilakukan tindakan kuratif dan pertolongan yang terkesan tetap sporadis, sekalipun itu juga sangat perlu.
    8. Tambahan juga, mohon diumumkan dengan pengeras suara/ mobil polisi dll. Akan pengamanan jalan sekitar daerah musibah, kita tidak memerlukan penonton yang hanya bikin macet jalanan. Bila saja ada pengeras suara yang selalu memberitahu mereka agar tidak mendekati daerah musibah, sedikitnya rasa ingin tahu mereka akan terpuaskan, dan korban kecemasannya berkurang karena tahu bantuan akan segera datang, bukannya makin dipersulit lagi karena evakuasi yang terlambat.

    Sekali lagi mohon informasi bagi warga calon korban, sehingga ada antisipasi yang bisa dilakukan bersama, jangan biarkan korban berjatuhkan secara sia2 dulu. Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: