Seandainya Web UNS Memiliki Deskripsi Yang Jelas

Seandainya web UNS memiliki meta tag description yang jelas, pasti munculnya di Google bukan kayak gini ya..

Web UNS Tanpa Deskripsi

Foto Nisa Memetik Bunga

Libur 4 hari kemarin kami sekeluarga pulang ke Klaten. Kakak yang dari Jakarta juga pulang, ternyata ada juga saudara dari Pasuruan yang nyamper ke rumah. Komplit deh.

Nisa menemukan kesenangan sendiri. He he he he.. Biasanya dia di rumah cuma memetik daun, di rumah eyangnya ada banyak bunga 😀

Ini fotonya..

Memetik Bunga

Nisa Memetik Bunga

Festival Budaya Jepang di UPT P2B (Pusat Bahasa) UNS

Hallo, bagi Anda yang tertarik dengan budaya Jepang dan kebetulan sedang berada di Solo, silahkan datang ke UPT P2B UNS.

Hari ini (Sabtu, 15 Maret 2008) akan digelar Festival Budaya Jepang. Sayang sekali saya tidak bisa datang karena harus masuk kerja hari ini 😦

Tapi tidak apa-apalah.. istri dan anak saya sudah siap-siap menuju ke sana..

Ayo silahkan ke UPT P2B, di sana ada makanannya Doraemon dan Nobita juga lho..

Informasi lengkap ada di sini.

Ditulis dalam Daily, Parenting, Solo, UNS. 2 Comments »

13 Bulan, Nisa Sudah Bisa Jalan

Alhamdulillah hari ini Nisa genap berusia 13 bulan. Selain sudah bisa coret-coret tembok, menimang-nimang dan meninabobokan boneka-bonekanya, Nisa sudah bisa berjalan dengan lancar. Walaupun kadang jatuh, tapi overall sudah bisa jalan sendiri tanpa dipegangi.

Kemarin, mungkin karena capek, pipinya kebentur lantai. Alhamdulillah tidak apa-apa tapi ya tentu saja menangis. Kalau melihat saya manasi motor, dia bilang “ngeng ngeng” sambil menunjuk. Atau kalau ditanya: “Chacha naik apa toh?”, jawabnya: “Ngeng ngeng”

Ada kejadian lagi. Sepupu Nisa memang agak sering menangis dan hampir setiap hari mereka bermain bersama. Suatu ketika sepupunya menangis, eh tahu-tahu Nisa bergumam “Nging nging nging nging”. Dikirain ikutan menangis, ternyata menirukan sepupunya yang sedang menangis.. hehehehe..

Sekarang kalau ditanya: “Mas Bagas nangisnya gimana Dik?”, Nisa pasti menjawab dengan: “Nging nging nging nging”..

Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas semua ini.

Terima kasih ya Alloh..

Ayo Chacha… jalan lagi..

Dies Natalis Universitas Sebelas Maret

Hari ini, 11 Maret 2008 adalah Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS).

Tapi, informasi mengenai kegiatannya tidak dapat saya temukan di web Universitas (www.uns.ac.id). Agak aneh memang, untuk event sebesar ini, informasinya tidak dimunculkan di web Universitas.

Mungkin ada yang tahu informasi lengkapnya dimana?

Webmaster?

Solo Hujan Lebat, Sebuah Rumah Di Puncak Solo Residence Roboh

Tidak ada screenshoot bukan berarti Hoax.

Kemarin (Selasa, 4/3/2008), Solo diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Sebuah rumah yang baru dibangun di Puncak Solo Residence, tepatnya di Blok D, separo lebih bangunannya roboh, termasuk taludnya. Memang posisi Blok D berada tepat di sisi sungai kecil.

Blok D tidak selaris blok yang lain, mungkin karena sebelumnya ada rumah juga yang bagian belakangnya terbelah, orang jadi mikir-mikir untuk ambil rumah di Blok D. Untungnya rumah yang roboh ini belum ditempati karena masih dalam proses pengerjaan.

Perumahan Puncak Solo di tahap awal memang banyak bangunan yang retak-retak. Tapi karena masa garansi hanya 100 hari, jadinya lewat dari masa itu harus dibenahi dengan biaya sendiri. Rumah saya tempat di bagian belakang juga sudah retak lagi (dulu pernah retak tapi sudah dibenahi sama developer).

Jadi bagi Anda yang ingin membeli rumah di Puncak Solo Residence, silahkan dipikir ulang.

Buat Developer dan Marketingnya (Ray White), shame on you ini bisa jadi bahan evaluasi.

Harus Lulus IELTS Demi Menjadi Jagal Sapi

Beberapa waktu yang lalu istri saya mengajar sekelompok peserta kursus di Pusat Bahasa UNS, yang berasal dari Pasar Kliwon Solo, bahkan ada yang datang langsung dari Bali. Mereka semua keturunan Arab.

Saat ditanyakan kenapa mengambil kursus, ternyata jawabannya adalah mereka harus lulus IELTS agar bisa bekerja di Australia. Paspor, visa dan sebaganya sudah diurus, tinggal IELTS saja yang belum lolos, sehingga mereka mengambil kursus singkat (privat) agar bisa mengikuti tes IELTS yang akan diselenggarakan dalam bulan Maret ini.

Mereka ternyata secara karir, penghasilan dan keluarga sudah mapan dan pergi ke Australia bukan untuk diri mereka sendiri, tetapi ternyata membawa misi yang lebih besar, yaitu agar anak-anak mereka bisa sekolah di sana dan lebih maju daripada orang tuanya.

Satu hal yang menarik adalah pekerjaan yang menanti mereka di Australia. Bukan pekerjaan kantoran berdasi, tetapi menjadi jagal (tukang penyembelih) sapi. Bisa dibayangkan pekerjaannya seperti apa. Mungkin secara penghasilan lebih besar daripada di Indonesia, tetapi mengapa mereka hanya bekerja sebagai jagal sapi? Di Australia lagi?

Setelah ditanyakan lebih jauh, ternyata pekerjaan mereka bukan hanya sekedar menyembelih sapi, tetapi membawa misi agar semua proses penyembelihannya HALAL, sehingga daging-dagingnya juga halal dikonsumsi. Daging ini diekspor ke Arab Saudi dan pihak importir meminta adanya label halal. Ternyata pada penyembelihan sebelumnya mereka hanya menggunakan kaset untuk melafalkan “Bismillahirrohmanirrohim”. Oleh karena itu, pihak importir meminta ada tukang sembelih yang beragama Islam dan saat menyembelih bacaan basmallah harus didengar oleh saksi yang didatangkan dari semacam lembaga (semacam MUI) Malaysia.

Hebat-hebat, saya salut terhadap mereka dan perjuangannya. Semoga Alloh memperlancar dan memberikan kemudahan bagi urusan-urusan mereka. Amin.