Menunjukkan Arah Kepada Orang Asing Hanya Dengan “Yes” dan “No”

Panduan singkat bagi Anda yang minim kemampuan berbahasa asing (Inggris), tetapi ingin menjelaskan arah suatu tempat kepadanya. Karena katanya orang Indonesia dikenal ramah, maka Anda memang seharusnya memberi bantuan kepada orang asing yang merasa “In The Middle Of No Where” atau “Lost in Space” itu. Hehehe…

Langkah I

Gambarkan denah, dengan cara apapun. Misalnya tidak ada kertas, gunakan daun lontar cara apapun untuk menggambar denah.

Langkah II

Setelah menggambar denah, beri tanda silang pada jalan yang tidak boleh dilewati dan bilang “No” (boleh juga disertai gelengan kepala) dan beri tanda centang pada jalan yang boleh dilewati dan bilang “Yes“. Tunjukkan secara jelas tempat tujuan dan bilang “Yes” dengan mantap sambil tersenyum.

Nah, gitu aja kok.

Gampang kan..

Panduan ini boleh dimodifikasi selama tidak mengubah arah tujuannya 😀
Jika bisa menebak asal dari orang asing ini, Anda bisa ganti kata Yes dan No dengan bahasa mereka. Misalnya untuk orang Spanyol: Si (Yes) dan No (No). Orang Perancis: Oui (Yes) dan Non (No).  Tapi saya pikir kata Yes dan No sudah umum kok.

Kira-kira ini contoh denahnya. Selamat mencoba.

Denah Yes dan No

You Going Where? Mudik..

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga Alloh menerima semua amal ibadah kita. Amin.

Arief & Keluarga

UPDATE – Surat Terbuka Untuk Ray White Solo: Kapan Listrik di Puncak Solo Residence Menyala?

Email saya ke Ray White Solo <solo.solo@raywhite.co.id> mental dengan reason seperti di bawah ini. Padahal alamat emailnya sama persis dengan yang mereka tampilkan di sini. 😦

Harus dicoba pakai surat biasa kalau begitu.

——–

System Administrator <postmaster@raywhite.co.id>    
to me
   
show details
     Mar 14 (22 hours ago)
Your message

 To:      Ray White Solo
 Cc:      Ray White Indonesia
 Subject: Kapan Listrik di Puncak Solo Residence Menyala?
 Sent:    Wed, 14 Mar 2007 16:33:31 +0700

did not reach the following recipient(s):

Ray White Solo on Wed, 14 Mar 2007 16:40:47 +0700
   The recipient name is not recognized
       The MTS-ID of the original message is: c=us;a= ;p=information ?
te;l=MAIL0703140940GCH6LW0G
   MSEXCH:IMS:Information & Technology:RAYWHITE.CO.ID:MAIL 0 (000C05A6)
Unknown Recipient

——-

Surat Terbuka Untuk Ray White Solo: Kapan Listrik di Puncak Solo Residence Menyala?

Yth. Ray White Solo,

Saya membeli rumah di Puncak Solo Residence Blok H.20, sampai sekarang belum bisa menempati rumah tersebut karena listrik belum tersambung. Padahal dulu saya dikejar-kejar oleh Ray White (marketing saya dulu Iin, sejak naik jabatan dilimpahkan ke Agung) agar segera realisasi karena Ray White (atau developer yang sekantor sama Ray White) butuh dana segera cair untuk membangun rumah-rumah yang lain.

Sudah lebih dari 6 bulan sejak realisasi kredit, dan saya belum bisa menempati rumah karena  tidak adanya listrik. Jaman sekarang listrik merupakan hal yang penting, sebagaimana Anda di Ray White bisa membaca/mengakses email ini. Begitu juga saya. Yang Anda tawarkan adalah rumah sehat sederhana (yang disubsidi pemerintah), tetapi bukan berarti tanpa listrik kan?

Kenapa masalah listrik tidak dibuka di awal saat Anda promosi? Anda bisa bilang kalau listrik tidak bisa dijamin. Apa karena takut tidak ada yang beli? Walaupun sekarang di BTN Mojosongo pun saya dengar (dari marketing Anda) pernah ada calon konsumen yang membatalkan membeli rumah di Puncak Solo karena diberi informasi tidak ada listrik. Sama saja kan?

Anda sepertinya menyediakan solusi rumah sehat sederhana, harga murah, tapi malah menjerumuskan konsumen pada ketidakpastian. Ketidakpastian kapan bisa menempati rumah yang diidam-idamkan. Saya yakin Anda bisa membayangkan (atau tidak??) rasanya jika sudah membayar angsuran kredit, tapi belum bisa menikmati apa yang Anda bayar setiap bulannya.

Yang saya tanyakan kepada Anda adalah:

Apakah ada kompensasi yang saya terima atas tidak adanya listrik karena staff Anda tidak menjelaskannya di awal? Kalau ada, apa wujudnya?

Kenapa saya menanyakan kompensasi? Ini sama halnya ketika Anda meminta saya segera realisasi agar segera ada kucuran dana dari Bank. Sekarang giliran saya menanyakan apa yang Anda berikan kepada saya. Fair kan?

Saya sudah menghubungi marketing Anda dan menanyakan kapan listrik menyala, mereka bilang tidak berani jawab karena tidak ada kepastian dari pihak developer (yang sekantor sama Ray White). Ini yang selalu bikin saya kesal. Tidak ada kepastian.

Oleh karena itu saat ini langkah yang saya ambil adalah:

  1. Tidak melakukan serah terima kunci, sampai listrik menyala
  2. Mengajukan KLAIM terhadap developer atas kerusakan terjadi pada bangunan fisik rumah saya (misal: retak, kusen melengkung, dan sebagainya) yang terjadi selama masa menunggu serah terima kunci (pada nomer 1). Jika nanti sudah terima kunci-pun, saya masih punya hak atas garansi selama 100 hari. Jika nanti ada masalah, tetap akan saya KLAIM-kan ke developer.
  3. Menduplikasi email ini dan mempublikasikannya melalui BLOG saya (https://riefsa.wordpress.com) agar masyarakat lebih bisa berhati-hati dalam membeli dan memilih rumah.

Di dalam lampiran (atau bisa diakses di: http://www.plnjateng.co.id/index.php?isi=pp&cat=detil_keluhan&id=1055) bisa Anda lihat jawaban dari pihak PLN atas keluhan saya kenapa pemasangan listrik di Puncak Solo lama. Anda juga bisa lihat bahwa seharusnya Anda bisa menginformasikan hal-hal berkaitan prosedur pemasangan listrik sejak awal ke calon konsumen.

Saya menunggu tanggapan dari Ray White Solo mengenai email saya ini. Jika membutuhkan menghubungi saya langsung, nomor telepon saya ada di marketing Anda.

Terimakasih.

Arief Fajar Nursyamsu
Puncak Solo Residence H.20

Bukan Urusan Saya Jika Tidak Punya Kembalian

Saya jarang sekali membeli pulsa dalam nominal besar, biasanya saya hanya membeli yang 10ribuan. Cukup untuk 1 pekan dan sebagian besar saya habiskan untuk kangen-kangenan dengan istri saya. hehehehe 😀
Kecuali kemarin pas menjelang kelahiran Nisa, saya pinjem dulu pulsa 50+25 ribu dari rekan saya (Yanto) yang mengelola bisnis pulsa di Sragen.

Beberapa hari yang lalu, saat jam istirahat kantor, saya membeli
voucher isi ulang di counter HP bernama Paris Phone. Tidak jauh dari
kantor, dan saya sudah beberapa kali membeli di sana.

Saya (S)    : “Mbak, pulsa Fren 10ribu”
Penjual (P): “Iya Pak, ini.”

Dia memberikan voucher kepada saya dan saya berikan pecahan 100ribu, karena memang hanya itu yang ada di dompet.

P: “Uang yang kecil tidak ada Pak? Saya tidak punya kembalian tuh?”
S: “Ya ditukerin ke warung sebelah dong mbak!”
P: “Bapak tukerin dulu aja Pak”
S: “Berarti kalo gitu ga jadi aja mbak!!!”
P: “Iya Pak, ga apa-apa”

Wtf?.. Wah saya sudah mulai sebel dengan penjual yang kayak gini. Pas saat itu, saya lihat di etalase ada pecahan 100 ribu yang ditulisi.. “Ini Palsu”. Wah.. apa gara-gara ini ya?

Ya sudah, saya langsung ambil duit saya lagi, terus saat menuju ke motor, saya bilang ke penjual:

S: “Kalau saya beli 2, ada kembaliannya?”
P: “Sebentar.. Oh ada Pak”

Hehehehe.. berarti bukan karena uang saya dong.. Langsung saya balik lagi dan bilang ke penjualnya:

S: “Apa saya harus beli 2 supaya dapat kembalian? Saya kan cuma butuh satu. Bukan dua.”
P: “Kalau 1, kembaliannya receh gapapa Pak?”
S: “Ya gapapa. Nah.. ada kan?”
P: “Ini Pak pulsanya, ini kembaliannya”

Ya saya terima kembaliannya 93 ribu rupiah dalam format 50ribu, 20 ribu, 10 ribu dan seribuan 13 lembar..

Ya saya terima kembaliannya 87 ribu rupiah dalam format 50ribu, 20 ribu, 5 ribu, dan seribuan 12 lembar..

Thanks Yanto atas koreksinya

Hehehehe…

Saya tidak suka dengan penjual yang meminta pembelinya untuk menukarkan uang dulu baru bisa membeli barang yang mereka jual. Bukan urusan saya kalau mereka tidak punya kembalian. Uang kembalian adalah hal yang umum dalam transaksi jual-beli langsung. Mungkin pembeli yang lain memilih untuk menukarkan uang terlebih dulu, baru membeli. Tetapi tidak bagi saya. Mending cari toko lain.. 😀

Saya juga pernah menemui penjual yang dengan senang hati menukarkan uang untuk memberikan kembalian kepada saya, apalagi kalau itu warung makan.. 😀 .. pasti sama pembelinya dibela-belain nyari kembalian. Mosok ga jadi beli.. lha sudah dimakan atau dimasak..

Bagaimana sikap Anda jika menghadapi keadaan seperti ini? Cari kembalian atau cari toko lain?

Jogja Furniture Show: The Result

Since I could not write a blog post in my last day at the Jogja Furniture Show, I write this resume after back to the office.

The 3rd day:

I made no sale. Yes, the visitor was decreasing and only few visit my booth. Some of them were asking about price and material but none drop order, only left business cards and asked for product catalogue. Marketing department should emails them for orders follow up.

The 4th day:

Packing. Last day in Jogja. My duty is only for he first tree day. The “real” marketing staff came from Jakarta that morning. I only went to the exhibition to transfer buyer informations to her. I gave her the log-book and explained some information and prices. After Mr. Rizwar (a nice guy from production who had been work with me from the first day) arrived at the booth, both me and my wife went back to the hotel.

On the way to the hotel, we go to “Gudheg Bu Citro” to buy gift for both family at Klaten and Solo. We had a dinner the night before and the taste is good. We ordered two packs and would back to take the order two hours after.

I took a taxi from Solo because it is cheaper than using taxi from Jogja to Solo. Waiting for only 1.5 hours, the taxi came and we checked out from the hotel and came by to “Gudheg Bu Citro” to take our orders. In the journey to Solo, we stopped to buy “Bakpia” and “Kue Moci”.

Reaching Klaten, I asked the driver to go to my parent’s house to give them the gift (Gudhed, Bakpia and Kue Moci). We did not stay long there because the taxi was waiting and I had to go to the office first to give sales money to finance department.

Finnaly.. home sweet home.. We arrived at the house at 14.30..

That’s all for the Jogja Furniture Show Result..

And now..

I am back to my job again..

As an IT Support and continue my software..

Great… 😀

Jogja Furniture Show: Second Day

Second day.

I should receive a payment for 1 pcs Coffee Table that is €250 1 pcs Coffee Table, 1 pcs Dinning Table and 4 Dinning Chairs, that is USD 940.

Ups.. I have it just now.

It’s must be my lucky day..

😀