Nisa dan Sepeda Hiasnya

Sudah lama tidak menulis tentang Nisa, padahal banyak foto yang antri untuk dikomentari. Hehehe

3 hari lagi Nisa genap 1.5 tahun, wah sudah banyak tambah pinter.

Tetapi karena ini menjelang hari kemerdekaan, saya mau cerita tentang Nisa dan sepeda hiasnya.

Kemarin ( 10/08/2008 ) di lingkungan kami diadakan jalan sehat (pagi harinya) diteruskan lomba mewarnai.

Sore harinya adalah lomba sepeda hias untuk anak-anak. Sebenarnya tidak ada rencana untuk ikut, karena sedang ada aktivitas mengecat rumah (oleh tukang tentunya). Tapi saat kami ngobrol dengan tetangga sebelah, dibujukin supaya Nisa diikutkan, pasti seneng.

Alhasil saya dan istri terprovokasi.

Dengan persiapan kurang dari 1 jam, ini dia hasilnya..

Lihat baju Nisa.. merah dan putih.

Matching kan?

Tulisan Nisa jadinya “nica” pakai “C”. Terkesan maksa.. tapi ya memang adanya itu.. karena tidak ada huruf “S”.. Huruf “C” saya ambil dari .Com (hehehe)..

Nisa dan Sepeda Hiasnya

Nisa dan Sepeda Hiasnya

Mungil ya..

Mungil ya..

Menang atau tidak ya? Kata panitia, semua peserta akan dapat hadiah..

Wah wah.. baik sekali panitianya..

Nah.. kalau berhenti yang ndorong.. Nisa bilang.. “bapak.. doyong adi..” .. hehehehe..

Puas sekali rasanya.. Nisa senang.. kami semuuuaaaaaaa senang…

Merdeka !!!

Bukan Tempat Sampah

Bukan Tempat Sampah

Bukan Tempat Sampah

Ternyata masih ada warga yang buang sampah bukan pada tempat yang menjadi haknya.
Padahal dekat lho ya dari pembuangan sampah? Dilakukannya pada malam hari pula.
Sneaking? Seperti pencuri..

Pertanyaan Seputar Puncak Solo Residence

Saya kutipkan pertanyaan dari Ibu Wulan yang saya ambil dari komentar di tulisantentang alasan kenapa saya memilih Puncak Solo Residence.

saya mau bertanya, mengenai Puncak Solo residence.
1. jika, mau membeli rumah dikawasan Puncak solo, sebaiknya lewat KPR bangking, developer?lebih untung yg mana?
2. utk rmh yg sdh dibeli apa sdh siap pakai?listrik & PAM
3. Lokasi yg dibangun apa benar2 sdh aman utk tanah longsor?
trima kasih utk info nya

Jawaban saya:

Yth. Ibu Wulan,
Sebelum memutuskan membeli di Puncak Solo, ibu silahkan menanyakan tentang kualitas bangunan dan layanan developer/marketing agen ke warga sekitar. :D. Tolong ditanyakan juga mengenai fasilitas umum, seperti taman bermain, gedung pertemuan, mushola, lapangan dan lain sebagainya, termasuk penerangan jalan.

Saya jawab satu persatu Bu:

  1. Jika bisa membeli tunai, saya sarankan membeli tunai. Tidak usah kredit ke bank. Tetapi kalau terpaksanya harus melalui kredit, bisa lewat KPR. Membeli langsung ke developer, menurut saya sama saja dengan membeli tunai.
  2. Masalah utama yang saya hadapi saat akan menempati rumah di Puncak Solo adalah tidak siapnya jaringan listrik. Sehingga saya harus menunggu selama setahun sejak akad kredit, baru bisa menikmati listrik PLN. Blok I (yang sudah selesai dibangun) juga belum tersambung dengan jaringan listrik.
    Developer Puncak Solo tidak menggunakan air dari PDAM, tetapi membangun sendiri tower air artetis yang didistribusikan melalui pipa ke warga. Di tiap rumah dipasang meter air dengan sistem pembayaran bulanan yang ditagih dari rumah ke rumah. Saran saya, sediakan tandon air sebagai persiapan jika tower dibersihkan, atau rusak pompanya.
  3. Saya sarankan ibu memilih lokasi yang jauh dari sungai atau tanah yang tinggi. Blok D tidak aman karena sudah ada 2 rumah yang roboh. Satu sudah ditempati (bagian belakang longsor), satunya belum (ambruk semua). Di blok D sampai saat ini hanya ada 2 rumah, sebenarnya mau 3, tapi yang satu roboh.

Sebagai bonus, saya ada gambar mengenai daerah-daerah yang rawan terkena banjir atau longsor. Saya ambil dari Google Earth. Klik untuk memperbesar.

Puncak Solo Residence

Solo Hujan Lebat, Sebuah Rumah Di Puncak Solo Residence Roboh

Tidak ada screenshoot bukan berarti Hoax.

Kemarin (Selasa, 4/3/2008), Solo diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Sebuah rumah yang baru dibangun di Puncak Solo Residence, tepatnya di Blok D, separo lebih bangunannya roboh, termasuk taludnya. Memang posisi Blok D berada tepat di sisi sungai kecil.

Blok D tidak selaris blok yang lain, mungkin karena sebelumnya ada rumah juga yang bagian belakangnya terbelah, orang jadi mikir-mikir untuk ambil rumah di Blok D. Untungnya rumah yang roboh ini belum ditempati karena masih dalam proses pengerjaan.

Perumahan Puncak Solo di tahap awal memang banyak bangunan yang retak-retak. Tapi karena masa garansi hanya 100 hari, jadinya lewat dari masa itu harus dibenahi dengan biaya sendiri. Rumah saya tempat di bagian belakang juga sudah retak lagi (dulu pernah retak tapi sudah dibenahi sama developer).

Jadi bagi Anda yang ingin membeli rumah di Puncak Solo Residence, silahkan dipikir ulang.

Buat Developer dan Marketingnya (Ray White), shame on you ini bisa jadi bahan evaluasi.

Banjir Solo, Air PDAM Tidak Mengalir

Jam 4.30 pagi, samar-samar mendengar suara Vespa-nya mbah kakung-nya Nisa. Ternyata benar, datang bersama salah satu saudara . Ada apa gerangan ya? Biasanya kalau ada sesuatu pasti menelpon dulu. Pasti ada hubungannya dengan rumah di Petoran yang digunakan untuk “mengungsi” saudara yang tinggal di daerah Semanggi Pasar Kliwon, yang daerahnya rawan banjir.

Bapak langsung nanya, “Ada galon kosong? Air PDAM mati. Sumur tetangga airnya berlumpur.”

Alhamdulillah ada 2 galon kosong, karena memang kami selalu membeli 3 galon sekaligus, untuk buffer stock 😀

Kebetulan juga di Puncak Solo Residence developer menggunakan sumur artetis, sehingga supply air tidak tergantung oleh PDAM.

Air PDAM di daerah Petoran memang sering mati, bahkan mengalirnya saja sekitar jam 9 malam sampai jam 4 pagi. Siang hari sangat jarang sekali mengalir. Untunglah bapak membuat tandon air di sekitar 1 meter di bawah permukaan tanah. Sehingga kalau tekanan air tidak cukup kuat untuk mengalirkan air ke bak mandi, air tersebut masih bisa mengalir di tandon bawah. Kalau habis hujan lebat, air PDAM juga mati, kalaupun mengalir pasti berwarna coklat dan berpasir. Mmmm

Sebelum pulang, Bapak menyempatkan untuk mandi, dan selanjutnya pulang bersama galon-galon tadi.

Pagi ini, saya melewati Jembatan Cinta yang kemarin terendam. Air sudah tidak merendam jembatan, tetapi masih tinggi. Beberapa orang sibuk membersihkan lumpur yang ada di jalan di depan rumah mereka. Air di sungai sepertinya tidak mengalir, jadi ada kemungkinan air di Sungai Bengawan Solo masih tinggi.

Semoga banjir segera surut ya.

Amin

Solo Banjir

Solo banjir.

Hujan yang mengguyur kota Solo sejak Selasa sore hingga Rabu dinihari membuat sungai bengawan Solo meluap. Di daerah Gulon, Jebres sudah ada beberapa rumah yang terendam.

Keluarga yang di daerah dekat tanggul (Semanggi – Pasar Kliwon) juga sudah mengungsi ke Petoran (rumah mertua). Menurut informasi, air sungai bengawan Solo sudah mencapai bibir tanggul sebelah timur. Jika sudah melebihi ini, dipastikan rumah yang berada di antara tanggul timur dan barat terendam.

Alhamdulillah rumah di Mojosongo tidak kebanjiran. Tapi ada bagian yang retak di dinding belakang, mungkin karena penggerusan bagian tanah di bawah pondasi buatan developer. Rata-rata pondasi buatan developer Puncak Solo Residence memang seadanya.

Semoga sungai Bengawan Solo segera surut dan banjir segera reda.

Amin

You Going Where? Mudik..

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga Alloh menerima semua amal ibadah kita. Amin.

Arief & Keluarga