Pertanyaan Seputar Puncak Solo Residence

Saya kutipkan pertanyaan dari Ibu Wulan yang saya ambil dari komentar di tulisantentang alasan kenapa saya memilih Puncak Solo Residence.

saya mau bertanya, mengenai Puncak Solo residence.
1. jika, mau membeli rumah dikawasan Puncak solo, sebaiknya lewat KPR bangking, developer?lebih untung yg mana?
2. utk rmh yg sdh dibeli apa sdh siap pakai?listrik & PAM
3. Lokasi yg dibangun apa benar2 sdh aman utk tanah longsor?
trima kasih utk info nya

Jawaban saya:

Yth. Ibu Wulan,
Sebelum memutuskan membeli di Puncak Solo, ibu silahkan menanyakan tentang kualitas bangunan dan layanan developer/marketing agen ke warga sekitar. :D. Tolong ditanyakan juga mengenai fasilitas umum, seperti taman bermain, gedung pertemuan, mushola, lapangan dan lain sebagainya, termasuk penerangan jalan.

Saya jawab satu persatu Bu:

  1. Jika bisa membeli tunai, saya sarankan membeli tunai. Tidak usah kredit ke bank. Tetapi kalau terpaksanya harus melalui kredit, bisa lewat KPR. Membeli langsung ke developer, menurut saya sama saja dengan membeli tunai.
  2. Masalah utama yang saya hadapi saat akan menempati rumah di Puncak Solo adalah tidak siapnya jaringan listrik. Sehingga saya harus menunggu selama setahun sejak akad kredit, baru bisa menikmati listrik PLN. Blok I (yang sudah selesai dibangun) juga belum tersambung dengan jaringan listrik.
    Developer Puncak Solo tidak menggunakan air dari PDAM, tetapi membangun sendiri tower air artetis yang didistribusikan melalui pipa ke warga. Di tiap rumah dipasang meter air dengan sistem pembayaran bulanan yang ditagih dari rumah ke rumah. Saran saya, sediakan tandon air sebagai persiapan jika tower dibersihkan, atau rusak pompanya.
  3. Saya sarankan ibu memilih lokasi yang jauh dari sungai atau tanah yang tinggi. Blok D tidak aman karena sudah ada 2 rumah yang roboh. Satu sudah ditempati (bagian belakang longsor), satunya belum (ambruk semua). Di blok D sampai saat ini hanya ada 2 rumah, sebenarnya mau 3, tapi yang satu roboh.

Sebagai bonus, saya ada gambar mengenai daerah-daerah yang rawan terkena banjir atau longsor. Saya ambil dari Google Earth. Klik untuk memperbesar.

Puncak Solo Residence

Iklan

Solo Hujan Lebat, Sebuah Rumah Di Puncak Solo Residence Roboh

Tidak ada screenshoot bukan berarti Hoax.

Kemarin (Selasa, 4/3/2008), Solo diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Sebuah rumah yang baru dibangun di Puncak Solo Residence, tepatnya di Blok D, separo lebih bangunannya roboh, termasuk taludnya. Memang posisi Blok D berada tepat di sisi sungai kecil.

Blok D tidak selaris blok yang lain, mungkin karena sebelumnya ada rumah juga yang bagian belakangnya terbelah, orang jadi mikir-mikir untuk ambil rumah di Blok D. Untungnya rumah yang roboh ini belum ditempati karena masih dalam proses pengerjaan.

Perumahan Puncak Solo di tahap awal memang banyak bangunan yang retak-retak. Tapi karena masa garansi hanya 100 hari, jadinya lewat dari masa itu harus dibenahi dengan biaya sendiri. Rumah saya tempat di bagian belakang juga sudah retak lagi (dulu pernah retak tapi sudah dibenahi sama developer).

Jadi bagi Anda yang ingin membeli rumah di Puncak Solo Residence, silahkan dipikir ulang.

Buat Developer dan Marketingnya (Ray White), shame on you ini bisa jadi bahan evaluasi.

Solo Banjir

Solo banjir.

Hujan yang mengguyur kota Solo sejak Selasa sore hingga Rabu dinihari membuat sungai bengawan Solo meluap. Di daerah Gulon, Jebres sudah ada beberapa rumah yang terendam.

Keluarga yang di daerah dekat tanggul (Semanggi – Pasar Kliwon) juga sudah mengungsi ke Petoran (rumah mertua). Menurut informasi, air sungai bengawan Solo sudah mencapai bibir tanggul sebelah timur. Jika sudah melebihi ini, dipastikan rumah yang berada di antara tanggul timur dan barat terendam.

Alhamdulillah rumah di Mojosongo tidak kebanjiran. Tapi ada bagian yang retak di dinding belakang, mungkin karena penggerusan bagian tanah di bawah pondasi buatan developer. Rata-rata pondasi buatan developer Puncak Solo Residence memang seadanya.

Semoga sungai Bengawan Solo segera surut dan banjir segera reda.

Amin

You Going Where? Mudik..

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga Alloh menerima semua amal ibadah kita. Amin.

Arief & Keluarga

Listrik Sudah Menyala

Alhamdulillah, setelah menunggu lebih dari setahun, akhirnya hari ini meteran listrik sudah dipasang dan kami sekeluarga bisa menikmati listrik langsung dari aliran PLN.

Sebelumnya, kami menyambung listrik dari tower air, yang sering mati apalagi kalau siang atau sore hari. Gratis memang, tetapi tidak nyaman karena selalu kuatir kalau tiba-tiba mati saat malam hari. Kasihan Nisa. Apalagi banyak warga yang juga menyambung dari tower air.

Kami tinggal di Puncak Solo Residence, dimana isu utama di sana adalah masalah listrik yang tidak kunjung beres. Selain saya, masih banyak warga yang harus menunggu (rata-rata setahun) untuk memperoleh listrik dari PLN. Janji developer juga tidak pernah tepat. Selalu dengan rumus: Bulan Berjalan + 1 😀

Saling lempar antara developer, BTL dan PLN sudah biasa, tetapi begini flownya:

Untuk membangun instalasi listrik (PLN tidak lagi bisa membangun jaringan, harus berupa hibah dari developer) Biro Teknik Listrik (BTL) harus memperoleh dana dari developer. Developer memperoleh dana dari BTN selaku bank pemberi kredit. Namun BTN akan mengucurkan dana setelah jaringan selesai dibangun. BTL mendaftarkan ke PLN jika dana dari developer sudah ada, atau dengan kata lain developer harus menalangi dulu pembangunan jaringan. Kabar burung di lapangan mengatakan bahwa pembayaran dari developer ke BTL memang agak tersendat (bahasa jawanya: icrit-icrit).

Nah dari flow tersebut (lepas dari kabar burung atau bukan) penanggung jawabnya tetap developer, karena urusan developer dengan BTL bukan urusan konsumen. Konsumen hanya berurusan dengan developer dan BTN (membayar kredit).

Herannya, rumah yang baru dibangun dua bulan kemarin, malah sudah ada meteran listriknya :O .. yang bangsat bermasalah siapa sih? Plus, hasil cek PLN menunjukkan bahwa kabel instalasi listrik oleh BTL tidak sesuai standar PLN.

Ah sudahlah. Listrik sudah menyala. Saatnya berhemat listrik lagi 😀

Puji syukur kepadamu ya Alloh..

Terima kasih PLN.

Puncak Solo Watch

Blog khusus untuk melihat kondisi Puncak Solo Residence.