Cara Menyenangkan Memantau Koneksi Internet

Tes Koneksi InternetJika tugas Anda salah satunya adalah memastikan koneksi internet lancar, padahal Anda masih harus coding, ngoprek server, dsb (dan sambil blogging) :D, maka saya kira cara yang saya tunjukkan di samping ini bisa Anda terapkan.

Hehehehe..

Warning: Cara ini mungkin tidak cocok bagi Anda yang koneksinya pas-pasan.

Ditulis dalam Daily, IT, Work. 5 Comments »

Apa Itu Masalah?

Dari pengajian Senin pagi..

Apa itu masalah?

Masalah adalah kesenjangan antara mimpi dan realita. Artinya apa yang dicapai tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

Jadi.. apa masalah Anda sekarang?

Ditulis dalam Daily, Work. 11 Comments »

Menunjukkan Arah Kepada Orang Asing Hanya Dengan “Yes” dan “No”

Panduan singkat bagi Anda yang minim kemampuan berbahasa asing (Inggris), tetapi ingin menjelaskan arah suatu tempat kepadanya. Karena katanya orang Indonesia dikenal ramah, maka Anda memang seharusnya memberi bantuan kepada orang asing yang merasa “In The Middle Of No Where” atau “Lost in Space” itu. Hehehe…

Langkah I

Gambarkan denah, dengan cara apapun. Misalnya tidak ada kertas, gunakan daun lontar cara apapun untuk menggambar denah.

Langkah II

Setelah menggambar denah, beri tanda silang pada jalan yang tidak boleh dilewati dan bilang “No” (boleh juga disertai gelengan kepala) dan beri tanda centang pada jalan yang boleh dilewati dan bilang “Yes“. Tunjukkan secara jelas tempat tujuan dan bilang “Yes” dengan mantap sambil tersenyum.

Nah, gitu aja kok.

Gampang kan..

Panduan ini boleh dimodifikasi selama tidak mengubah arah tujuannya 😀
Jika bisa menebak asal dari orang asing ini, Anda bisa ganti kata Yes dan No dengan bahasa mereka. Misalnya untuk orang Spanyol: Si (Yes) dan No (No). Orang Perancis: Oui (Yes) dan Non (No).  Tapi saya pikir kata Yes dan No sudah umum kok.

Kira-kira ini contoh denahnya. Selamat mencoba.

Denah Yes dan No

Tugas Quality Control

Tugas Quality Control itu sederhana kok, yaitu

 Tidak me-Reject barang yang bagus dan tidak meloloskan barang yang jelek.

Walaupun tugasnya sederhana, tapi HOW TO-nya yang tidak sederhana.

Cita-Cita Saya: Punya Lebih Banyak Waktu Bersama Keluarga

Sebelum Sholat IdSeperti biasa tiap hari Selasa, Kamis dan Jumat, Nisa dan Ibunya boyongan ke rumah eyangnya Nisa di Petoran. Istri saya mengajar di UPT. P2B-UNS tiap hari-hari tersebut, sehingga Nisa kami titipkan di sana. Ada asisten khusus untuk momong Nisa, cuma memang pada hari-hari itu saja kami menggunakan jasa asisten, itupun kalau eyangnya sibuk. Kalau pas tidak sibuk, ya Nisa main-main sama eyangnya. Kalau tidak momong Nisa, asisten ini membantu membereskan pekerjaan rumah di tempat eyang.

Selasa kemarin (23/10/2007), istri saya mengajar jam 07.30, sehingga harus sudah check out dari rumah sebelum jam 07.00. Nisa yang biasanya bobo dalam perjalanan yang cuma 10 menit, ternyata tidak bobo. Sampai di Petoran, tentu saja Nisa langsung digendong sama eyang kakung. Sepupunya yang berusia 1 tahun kalau tahu Nisa datang juga buru-buru pingin nyayang dan pasrah bongkok’an untuk ditaboki Nisa 😀

Istri saya berangkat jam 07.15 dan Nisa masih bermain-main dengan eyang kakung dan sepupunya. Karena bangunnya pagi dan kenyang, Nisa mulai rewel karena mengantuk. Oleh asisten, Nisa digendong dan dininabobokkan, setelah nyenyak baru ditidurkan di kasur.  Setelah cipika-cipiki Nisa, saya berangkat ke kantor sekitar jam 08.10. Saya meninggalkan Nisa saat Nisa masih tidur.

Seharian di kantor dan pulang sampai di rumah Mojosongo jam 17.45. Istri dan Nisa sudah diantar pulang sama eyang kakung. Alhamdulillah ada kiriman dari tetangga kampung depan, buah Nangka, harum dan manis. Terima kasih ya Bu.

Saya sampai di rumah, dan Nisa sudah bobo. Saya ulangi, saya meninggalkan Nisa saat bobo, dan menjumpai Nisa saat dia sudah bobo lagi.

Jam berapakah Nisa bangun, melihat saya lagi, menatap saya lagi, bercanda dengan saya dan meminum susu dari botol yang saya pegang?

Nisa bangun sekitar jam 00.15, menangis karena lapar. Saat digendong oleh ibunya, Nisa menoleh dan menatap saya lama sambil ngomong.. euh euh.. kedua tangannya sudah dijulurkan dan minta saya gendong. Yang membuat semakin sesak di dada saat ibunya bilang.. “Dik Nisa kangen bapak to?“.

Bayangkan, selama 16 jam dari 24 jam, saya tidak ketemu dengan Nisa. Artinya hanya 8 jam saya bersama-sama Nisa dan dari 8 jam itu, entah hanya berapa yang teralokasi buat Nisa karena aktivitas lain, misal tidur.

Segera saya buatkan susu dan Nisa seperti tidak sabar, merengek-rengek, menangis dan langsung diam saat dot sudah ada dimulutnya. Sambil dibaringkan dan minum susu, saya belai rambutnya dan Nisa tidak pernah lepas menatap saya. Matanya yang bening dan indah itu terus menerus menatap saya. Saya ciumi keningnya, Nisa memejamkan mata sambil terus minum. Masih terus saya belai agar Nisa tertidur, tetapi rupanya belum mau tidur lagi.

Sudah kenyang, Nisa langsung melepaskan botol dan duduk. Matanya yang masih mengantuk kadang-kadang terpejam. Lucu juga melihat Nisa seperti ini. Kamipun bermain-main dan Nisa tertidur lagi sekitar jam 01.30 dan bangun kembali sekitar jam 04.30.

Alhamdulillah pagi ini kami bisa sarapan di Kantin Bu Broto di kampus UNS. Menu utamanya adalah pecel. Istri saya sudah memenuhi janjinya sekitar 10 bulan yang lalu (saat masih mengandung Nisa) untuk membawa Nisa ke kantin dan mengenalkannya kepada Bu Broto dan rekan-rekannya.

Semoga Alloh mengabulkan cita-cita saya untuk mempunyai waktu lebih banyak bersama keluarga. Semoga Alloh senantiasa memberikan jalan dan petunjuk. Amin.

Saya ingin bisa meninabobo’kan Nisa setiap saat Nisa menginginkannya. Amin.

Nisa Setelah Imunisasi       Nisa Bobo di Klaten

You Going Where? Mudik..

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga Alloh menerima semua amal ibadah kita. Amin.

Arief & Keluarga

Membatasi Ukuran Email di MDaemon

Kebutuhan mengirimkan email dengan attachment besar, adalah hal biasa di perusahaan furniture. Isi attachment biasanya adalah foto atau gambar produk.

Saya menggunakan MDaemon untuk mengambil email perusahaan dari hosting melalui POP dan mendistribusikannya ke email lokal staff. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan bandwidth yang tidak terpakai kalau malam, dan menghindari trafik yang tinggi saat pagi hari.

MDaemon juga saya gunakan untuk mengirimkan email via SMTP ke pihak hosting, sedangkan staff tinggal kirim saja melalui SMTP MDaemon yang berada di dalam LAN. MDaemon yang akan bekerja untuk meneruskan email ke SMTP hosting. Ini lebih menghemat waktu, dibandingkan staff langsung menggunakan SMTP hosting, yang tingkat kesuksesan pengiriman ke SMTP-nya rendah untuk email berukuran lebih besar dari 1.5 MB, mengingat upstream koneksi internet kantor hanya 96 kbps.

  [ Staff ]  –> [ MDaemon ]  –> [ Hosting ]

Tetapi ternyata kebijakan ini menjadi bumerang buat saya. Karena koneksi ke MDaemon melalui LAN, maka email sebesar apapun tetap bisa terkirim ke MDaemon, bahkan untuk email berukuran 50MB 😦

Hasil Googling membawa saya ke halaman web ini.

Ringkasan tentang cara membatasi ukuran email yang masuk ke SMTP MDaemon adalah:

  1. Klik menu Security -> Content Filter
  2. Klik button New Rule
  3. Memberi nama Rule, misal Limit Ukuran SMTP
  4. Check option “If the MESSAGE SIZE is greater than”
  5. Klik link “is greater than ’10k'” (yang berwarna biru di dalam Rule Description) dan memasukkan ukuran email maksimum yang boleh melewati SMTP, misalnya 1500.
  6. Check option “Send a note 1 to …”
  7. Klik link “specify information” (yang berwarna biru di dalam Rule Description) dan mengetikkan “$SENDER$” pada field To dan “[REJECTED] $SUBJECT$” pada field Subject dan mengisi pesan penolakan di Message Text. Jika diperlukan, option “Include the original message” bisa di-check. Kemudian klik OK.
  8. Check option “Delete the message”
  9. Klik OK untuk menyimpan Rule.

Nah sudah deh. Sekarang semua hanya bisa kirim email dengan ukuran maksimum 1.5 MB. Tinggal pantau log aja.

Wuih, semoga tidak ada komplain 😀

Ditulis dalam Daily, IT, MDaemon, Work. 9 Comments »