6 April 2006

6 April 2006.., saya mengucapkan:

Saya terima nikahnya Ellisa Indriyani Putri Handayani…

Alhamdulillah kami sudah membina rumah tangga selama 2 tahun dan Nisa sudah hampir berusia 14 bulan. Banyak sekali limpahan rizki dan rahmat yang kami terima dari-Nya, perlindungan dari panas dan hujan, hari-hari yang diwarnai oleh Nisa, dan masih banyak lagi.

Terima kasih ya Alloh atas semuanya. Semoga kami termasuk dalam golongan hambamu yang senantiasa bersyukur. Serta berikanlah kami petunjuk dalam membina rumah tangga dan mendidik Nisa.

Amin..

Istriku, aku mencintaimu. Terima kasih untuk selalu di sampingku. Terima kasih telah merawat dan melindungi Nisa.

^+^

Selamat Ulang Tahun Chacha

Alhamdulillah..

Puji syukur kepada Alloh atas karunia dan rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada kami sekeluarga.

Hari ini, Chacha sudah genap berusia 1 tahun. Kami memanggil Nisa dengan panggilan kesayangan: Chacha. Lebih mudah bagi Nisa untuk mengucapkannya. Bahkan jika ditunjukkan fotonya, langsung bilang “Chacha”.

Perkembangan Nisa dari hari ke hari memang luar biasa. Saat ini sudah bisa jalan sendiri walaupun baru dua-tiga langkah. Saat saya pulang kerja, dia langsung memanggil “Bapak” dan minta digendong.

Beberapa waktu yang lalu, kami membuat daftar perkembangan Nisa yang membuat kami begitu bersyukur dan takjub dengan rencana dan kuasa Alloh.

Selamat Ulang Tahun Chacha

Bapak dan Ibu senantiasa mencintai dan menyayangimu

  Nisa

Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepadamu

Amin

 

 

Link terkait:

Ingin Melakukan Aborsi?

Kemarin pagi sempat lihat berita di TV tentang gampangnya melakukan aborsi di Jogja. Bahkan iklan-iklannya pun ditempelkan di lokasi-lokasi strategis di Jogja. Iklannya tidak langsung menyebutkan tentang layanan aborsi, tapi biasanya berisi tentang solusi terlambat haid atau datang bulan. Mmm..

Melihat itu, istri saya bilang:

 “Mereka itu apa nggak mikir seandainya bayi yang diaborsi itu adalah satu-satunya keturunan yang mereka punyai!”

Masih ingin melakukan aborsi?

You Going Where? Mudik..

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga Alloh menerima semua amal ibadah kita. Amin.

Arief & Keluarga

Kebutuhan Bayi dan Ibu Setelah Melahirkan

Posting ini saya tulis sebagai jawaban atas pertanyaan dari Ibu Sheny.

Setelah memperoleh kepastian jenis kelamin bayi (walaupun ada yang mengalami hasil USG dan saat lahir jenis kelamin bayi beda), mungkin sudah saatnya mulai belanja kebutuhan si calon buah hati. Tetapi di adat Jawa, katanya kalau belum “mitoni” (tujuh bulanan) tidak boleh beli barang-barang buat bayi. Pamali.  Benar tidak ya? Saya sendiri kurang tahu.

Jenis kelamin bayi pasti akan berpengaruh dengan barang yang akan dibeli. Kalau saya dan istri, karena sudah ketahuan kalau yang lahir adalah cewek, maka yang dibeli semuanya “girly”. Mulai dari warna (pink, biru muda, hijau muda) dan model. 😀 . Tetapi banyak kok pakaian atau peralatan bayi yang bisa digunakan untuk bayi cowok ataupun cewek. Jadi jangan khawatir salah beli. Kalaupun tidak jadi dipakai, kan bisa dibungkus untuk dijadikan kado.

Nah, belinya secukupnya saja, jangan banyak-banyak. Alasan pertama: bayi bakalan cepet gedhe kalau sudah diluar kandungan. Nisa baru 2 bulan, popok, gurita dan bedongnya sudah cupet. Sejak usia 1.5 bulan sudah dipakaikan kaos dalam dan celana, tidak lagi memakai gurita dan popok. Alasan kedua: siapa tahu nanti ada yang memberikan kado berupa kebutuhan bayi 😀 . Kalau tidak ada yang memberi kado ya baru beli.. hehehehe..

Apa saja sih kebutuhannya?

Bayi

  1. Popok
    Karena bakalan lebih mudah melepasnya kalau kena pipis atau eek. Apalagi kalau usia bayi masih dalam orde hari dan si Ibu masih grogi pegang bayi. Hindari bermotif warna kuning, biar nanti tidak membingungkan kalau kena eek 😀
    Belinya juga dilihat kebutuhan. Kami membeli 2 lusin popok, karena sedang musim hujan. Takut tidak kering.
  2. Gurita
    Untuk menjaga agar tali pusar yang belum puput/lepas tidak tergesek-gesek oleh baju. Ada juga yang mengatakan untuk membuat bayi hangat serta menjaga tulang punggungnya yang masih rawan.
  3. Bedong/Gedong
    Untuk membungkus bayi agar hangat. Pastikan memilih ukuran yang besar. Hati-hati saat bayi dibedong, jangan terlalu ketat dan waspadai kegerahan.
  4. Baju & celana, baik lengan pendek maupun panjang.
  5. Sarung tangan & kaki serta tutup kepala.
  6. Perlak
    Alas dari plastik atau karet agar pipis bayi tidak tembus ke kasur.
  7. Alas tidur
  8. Handuk besar
    Buat mengeringkan bayi setelah mandi. Ukuran besar bertujuan agar Anda cukup meletakkan bayi di atas handuk, kemudian bagian yang tersisa buat menyelimutinya.
  9. Peralatan mandi: Sabun cair, shampoo
    Gunakan sabun cair, karena sabun batangan bakalan membuat Anda lebih repot. Lebih bagus yang ada pompanya, jadi tidak perlu menuang plus aman dari tumpah.
  10. Wash lap
    Untuk menggosok kulit bayi setelah disabun, dan menotol-notol pantat atau alat kelamin kalau basah karena pipis dengan dibahasi terlebih dulu.
  11. Kapas
    Bisa digunakan untuk mengganti wash lap. Lebih lembut. Biasa digunakan untuk mengusap bagian wajah kalau pas mandi, dan mengusap kemaluan atau lubang dubur setiap habis eek. Kalau cuma kena pipis, cukup ditotol-totol saja agar kulit bayi tidak merah karena digosok-gosok.
  12. Kosmetik bayi: Bedak, minyak telon, parfum, cotton bud.
  13. Tissue kering/basah
    Selain handuk atau wash lap, tissue kering bisa digunakan untuk mengeringkan daerah kemaluan yang basah. Tissue basah sangat berguna kalau lagi travelling.
  14. Ember atau tempat baju/popok kotor
    Kami memisahkan antara tempat baju/popok yang kotor/kena pipis dengan popok yang kena eek. Ada juga tempat untuk memisahkan jarik kotor yang kena pipis. Kami mempunyai ember warna biru untuk kena pipis, merah untuk kena eek, dan pink untuk jarik.
  15. Botol susu & pembersihnya
    Jika berencana memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan, botol hanya sebagai jaga-jaga kalau Anda sedang tidak bersama bayi dan untuk melatih bayi minum ASI dari botol. Jangan lupa disterilkan sebelum dipakai.
  16. Hanger
    Untuk menjemur popok/celana/baju. Kami memilih bentuk baling-baling karena lebih ringkas dan mudah diambil kalau mendadak hujan.

Ibu

  1. Gurita untuk Ibu
    Berguna untuk mengencangkan perut pasca melahirkan. Untuk kelahiran dengan sesar, bisa digunakan untuk melindungi jahitan dari gesekan dengan baju.
  2. Baju longgar dengan bukaan di depan
    Agar proses laktasi berlangsung aman dan terkendali, tidak terganggu dengan kegerahan, baju longgar dengan bukaan depan memudahkan Anda menyusui bayi.
  3. Jarik
    Biasanya Ibu yang baru melahirkan menggunakan jarik agar mudah saat mandi dan urusan kamar mandi lainnya. Tidak perlu menekuk-nekuk kaki untuk memakai rok atau celana.
  4. Pembalut
    Pastikan berdaya tampung besar dan rajin diganti. Ada kok pembalut khusus untuk Ibu pasca melahirkan.
  5. Pakaian dalam
    Kalau ASI lancar, bra bakalan sering cepet basah dan musti ganti, atau bisa juga dilapisi dengan sapu tangan atau tissue, tapi ribet. Celana dalam juga mungkin harus sering ganti, terutama jika terkena darah nifas.

Apa lagi ya? Wah sepertinya sudah banyak ya. Mungkin pembaca yang lain bisa menambahkan.

Selamat untuk Ibu Sheny, semoga informasi ini berguna untuk Ibu dan pembaca semua.

Judul Blog Ini

Karena istri sudah tidak belum hamil lagi dan Nisa sudah lahir. Maka judul blog ini saya ganti tambah menjadi “IT, Translation, Pregnancy & Parenting“. Semoga tidak kepanjangan ya?

Okay, please sit back, relax and enjoy the show.. 😀

Jika Telah Sesar, Persalinan Berikutnya Tidak Bisa Dipacu

Lepas Maghrib hari Kamis (22/02/2007) kemarin, dengan berat hati saya dan istri harus meninggalkan Nisa di rumah (dititipkan ke kakek-neneknya), karena kami harus pergi ke dokter Sulis untuk kontrol jahitan istri saya karena operasi sesar saat melahirkan Nisa. Untuk jaga-jaga, istri sudah memeras ASI dan dimasukkan ke botol agar bisa diminumkan kalau nanti Nisa bangun. Dapat giliran sekitar jam 19.00, tapi kami memilih untuk terlambat, biar tidak menungu lama. Di tempat praktek dokter Sulis, yang daftar duluan dapat prioritas duluan.

Sepanjang jalan yang dipikiran kami cuma Nisa. Kuatir kalau dia bangun atau menangis karena haus. Perjalanan yang biasanya cepat jadi terasa lama bagi kami. Setelah sampai di dokter Sulis, ternyata kami harus menunggu dua giliran lagi. Tensi istri 145/100 dan berat badan turun 7 kg. Tensi ini mungkin disebabkan karena istri saya kurang tidur karena per-dua jam sekali harus menyusui Nisa.

Tiba giliran kami dan ketemu dengan dokter Sulis, yang katanya sedang terburu-buru karena akan segera PKU untuk membantu persalinan. Istri saya tiduran di bed periksa untuk mengganti perban dan melihat perkembangan jahitan. Oleh dokter Sulis, saya dipanggil dan ditunjukkan jahitan yang melintang di bawah pusar. Wah, panjang juga ya. Tetapi jahitannya terlihat seperti sayatan saja. Tidak seperti jahitan yang konvensional. Kata dokter Sulis, nanti kalau sudah kering, terlihatnya hanya seperti garis saja. Tidak terlihat seperti bekas jahitan. Beliau tidak tega kalau pakai yang konvensional, karena hasilnya jelek sekali.

Setelah selesai diganti, kami duduk di depan meja kerja beliau dan saya menanyakan sampai berapa kali seorang ibu bisa melahirkan secara sesar. Beliau menjawab bahwa seorang ibu bisa menjalani operasi sesar sampai 4 kali, dan jaraknya minimal 2 tahun antar kehamilan. . Jahitan tidak akan kuat jika dipacu. Jika dipaksa, bisa sobek jahitannya.

Ibu yang sudah  pernah menjalani operasi sesar, proses persalinan
berikutnya haruslah normal tanpa dipacu atau melalui operasi sesar lagi.

Nah karena istri sudah pernah operasi sesar, berikutnya harus normal tanpa dipacu atau sesar lagi.

Selesai. Kami kembali ke rumah di bawah gerimis yang mengguyur kota Solo. Perjalanan pulang terasa lama. Sampai di rumah ternyata Nisa masih bobo, tapi sempat bangun dan tidak mau disusui lewat botol. Wah, kasihan ya. Si Ibu segera menyusui si kecil setelah sebelumnya cuci tangan dan kaki. Kembali saya bersyukur atas Nisa yang sudah pinter minumnya..

Semoga informasi ini bermanfaat yah..

Ditulis dalam Daily, Pregnancy. 1 Comment »