4th Kentingan Physics Forum

4th Kentingan Physics Forum will be held in Solo, July 28, 2007. This event will focus on Renewable Energy Development.

As written on their website:

Kentingan Physics Forum is a biannual conference on Physics and Its Application. 4th KPF will be held in Surakarta, Indonesia in July 28, 2007, focus on Renewable Energy Development. This conference provides a forum for the Indonesian and international community to meet and discuss topics related to renewable energy development. In addition the conference attempts to reformulate the direction of energy development in Indonesia.

The conference focuses on both renewable energy development and applied for energy. The conference will cover Material Physics, Electronics and Optical Devices, Applied Acoustics and Vibration, Applied Geophysics, Environmental Physics, Medical Physics and Computational Physics. We are welcome to accept other topics related to renewable energy.

More information about this event can be found at http://fisika.uns.ac.id/kpf04.

Ditulis dalam Daily, UNS. 23 Comments »

Hari Minggu Kemarin, Saya Ngapain Ya?

Mumpung libur.. Ngeloni Nisa..

What a priceless moment..

Foto-foto Nisa.. Saatnya Bobo’

Eh.. ada foto bapaknya juga ding..

Statistik Yang Aneh Di WordPress

Barusan lihat statistik blog ini.. ada yang aneh dari biasanya..

Setelahnya saya check lagi, dan masih seperti itu.

Barusan saya check sudah pulih seperti semula..

Statistik yang aneh..

Ditulis dalam Daily. Leave a Comment »

Bagi Saya, Keluarga Itu Prioritas Utama

Ketika saya masuk ke perusahaan saya bekerja sekarang, yang saya sampaikan pertama kali sebelum negosiasi gaji adalah: “Saya tidak bekerja overtime”.. dan alhamdulillah diterima 😀

Bagi pekerja seperti saya yang bekerja Senin-Jumat jam 08.00-17.00 dan Sabtu jam 08.00-12.00 praktis waktu yang tersedia untuk keluarga hanya sedikit sekali. Katakanlah saya tidur jam 22 dan bangun jam 04.30, maka waktu yang tersedia kasarannya hanyalah 5 + 3.5 jam, kecuali hari Sabtu yang masuk setengah hari. Itupun juga diisi dengan aktifitas rutin seperti mandi dan melakukan beberapa pekerjaan rumah lainnya. Bisa dibayangkan bagaimana sedikitnya waktu buat berkumpul bersama keluarga.

Saya merasakan banyak waktu bersama dengan istri saat kemarin menjalani perawatan di PKU pasca operasi sesar. Alhamdulillah kami dikaruniai putri pertama yang cantik dan sehat. Saya mengambil cuti 4 hari dengan persetujuan langsung dari Pimpinan, walaupun HRD tidak menyetujui. Saya nekat? Iya. Pimpinan memang menyarankan saya untuk ambil cuti karena itu adalah hak saya. Kata HRD sih, yang melahirkan kan istri saya, bukan saya, jadi ga bisa ambil cuti.. WTF.. Saya kan mengambil hak saya. Bukan mencuri.

Saya tidak habis pikir dengan alasan konyol itu. Membuat saya termangu cukup lama. What so ever.. Pimpinan sudah setuju, ya saya nikmati saja cuti saya. Tapi saya masih mikirin juga dan jadi bertanya dalam hati. Bagaimana jika istrinya melahirkan? Apakah akan ditinggal begitu saja? Ups.. itu sudah urusannya dia, bukan area saya.. So.. silahkan saja..

Keluarga bagi saya merupakan prioritas utama, alasannya singkat dan jelas. Kalau kehidupan keluarga/rumah tangga baik, tentu saya bisa fokus ke pekerjaan, sebaliknya kalau tidak, di tempat kerja ga bakalan bisa konsen, pekerjaan ga selesai..

Apakah keluarga juga menjadi prioritas utama Anda juga?

Jika Telah Sesar, Persalinan Berikutnya Tidak Bisa Dipacu

Lepas Maghrib hari Kamis (22/02/2007) kemarin, dengan berat hati saya dan istri harus meninggalkan Nisa di rumah (dititipkan ke kakek-neneknya), karena kami harus pergi ke dokter Sulis untuk kontrol jahitan istri saya karena operasi sesar saat melahirkan Nisa. Untuk jaga-jaga, istri sudah memeras ASI dan dimasukkan ke botol agar bisa diminumkan kalau nanti Nisa bangun. Dapat giliran sekitar jam 19.00, tapi kami memilih untuk terlambat, biar tidak menungu lama. Di tempat praktek dokter Sulis, yang daftar duluan dapat prioritas duluan.

Sepanjang jalan yang dipikiran kami cuma Nisa. Kuatir kalau dia bangun atau menangis karena haus. Perjalanan yang biasanya cepat jadi terasa lama bagi kami. Setelah sampai di dokter Sulis, ternyata kami harus menunggu dua giliran lagi. Tensi istri 145/100 dan berat badan turun 7 kg. Tensi ini mungkin disebabkan karena istri saya kurang tidur karena per-dua jam sekali harus menyusui Nisa.

Tiba giliran kami dan ketemu dengan dokter Sulis, yang katanya sedang terburu-buru karena akan segera PKU untuk membantu persalinan. Istri saya tiduran di bed periksa untuk mengganti perban dan melihat perkembangan jahitan. Oleh dokter Sulis, saya dipanggil dan ditunjukkan jahitan yang melintang di bawah pusar. Wah, panjang juga ya. Tetapi jahitannya terlihat seperti sayatan saja. Tidak seperti jahitan yang konvensional. Kata dokter Sulis, nanti kalau sudah kering, terlihatnya hanya seperti garis saja. Tidak terlihat seperti bekas jahitan. Beliau tidak tega kalau pakai yang konvensional, karena hasilnya jelek sekali.

Setelah selesai diganti, kami duduk di depan meja kerja beliau dan saya menanyakan sampai berapa kali seorang ibu bisa melahirkan secara sesar. Beliau menjawab bahwa seorang ibu bisa menjalani operasi sesar sampai 4 kali, dan jaraknya minimal 2 tahun antar kehamilan. . Jahitan tidak akan kuat jika dipacu. Jika dipaksa, bisa sobek jahitannya.

Ibu yang sudah  pernah menjalani operasi sesar, proses persalinan
berikutnya haruslah normal tanpa dipacu atau melalui operasi sesar lagi.

Nah karena istri sudah pernah operasi sesar, berikutnya harus normal tanpa dipacu atau sesar lagi.

Selesai. Kami kembali ke rumah di bawah gerimis yang mengguyur kota Solo. Perjalanan pulang terasa lama. Sampai di rumah ternyata Nisa masih bobo, tapi sempat bangun dan tidak mau disusui lewat botol. Wah, kasihan ya. Si Ibu segera menyusui si kecil setelah sebelumnya cuci tangan dan kaki. Kembali saya bersyukur atas Nisa yang sudah pinter minumnya..

Semoga informasi ini bermanfaat yah..

Ditulis dalam Daily, Pregnancy. 1 Comment »

Bukan Urusan Saya Jika Tidak Punya Kembalian

Saya jarang sekali membeli pulsa dalam nominal besar, biasanya saya hanya membeli yang 10ribuan. Cukup untuk 1 pekan dan sebagian besar saya habiskan untuk kangen-kangenan dengan istri saya. hehehehe 😀
Kecuali kemarin pas menjelang kelahiran Nisa, saya pinjem dulu pulsa 50+25 ribu dari rekan saya (Yanto) yang mengelola bisnis pulsa di Sragen.

Beberapa hari yang lalu, saat jam istirahat kantor, saya membeli
voucher isi ulang di counter HP bernama Paris Phone. Tidak jauh dari
kantor, dan saya sudah beberapa kali membeli di sana.

Saya (S)    : “Mbak, pulsa Fren 10ribu”
Penjual (P): “Iya Pak, ini.”

Dia memberikan voucher kepada saya dan saya berikan pecahan 100ribu, karena memang hanya itu yang ada di dompet.

P: “Uang yang kecil tidak ada Pak? Saya tidak punya kembalian tuh?”
S: “Ya ditukerin ke warung sebelah dong mbak!”
P: “Bapak tukerin dulu aja Pak”
S: “Berarti kalo gitu ga jadi aja mbak!!!”
P: “Iya Pak, ga apa-apa”

Wtf?.. Wah saya sudah mulai sebel dengan penjual yang kayak gini. Pas saat itu, saya lihat di etalase ada pecahan 100 ribu yang ditulisi.. “Ini Palsu”. Wah.. apa gara-gara ini ya?

Ya sudah, saya langsung ambil duit saya lagi, terus saat menuju ke motor, saya bilang ke penjual:

S: “Kalau saya beli 2, ada kembaliannya?”
P: “Sebentar.. Oh ada Pak”

Hehehehe.. berarti bukan karena uang saya dong.. Langsung saya balik lagi dan bilang ke penjualnya:

S: “Apa saya harus beli 2 supaya dapat kembalian? Saya kan cuma butuh satu. Bukan dua.”
P: “Kalau 1, kembaliannya receh gapapa Pak?”
S: “Ya gapapa. Nah.. ada kan?”
P: “Ini Pak pulsanya, ini kembaliannya”

Ya saya terima kembaliannya 93 ribu rupiah dalam format 50ribu, 20 ribu, 10 ribu dan seribuan 13 lembar..

Ya saya terima kembaliannya 87 ribu rupiah dalam format 50ribu, 20 ribu, 5 ribu, dan seribuan 12 lembar..

Thanks Yanto atas koreksinya

Hehehehe…

Saya tidak suka dengan penjual yang meminta pembelinya untuk menukarkan uang dulu baru bisa membeli barang yang mereka jual. Bukan urusan saya kalau mereka tidak punya kembalian. Uang kembalian adalah hal yang umum dalam transaksi jual-beli langsung. Mungkin pembeli yang lain memilih untuk menukarkan uang terlebih dulu, baru membeli. Tetapi tidak bagi saya. Mending cari toko lain.. 😀

Saya juga pernah menemui penjual yang dengan senang hati menukarkan uang untuk memberikan kembalian kepada saya, apalagi kalau itu warung makan.. 😀 .. pasti sama pembelinya dibela-belain nyari kembalian. Mosok ga jadi beli.. lha sudah dimakan atau dimasak..

Bagaimana sikap Anda jika menghadapi keadaan seperti ini? Cari kembalian atau cari toko lain?